oleh

Polisi Mediasi Kasus Sengketa Tanah di Kecamatan Baktiya

PENANEGERI, Aceh Utara – Kabag Ops Polres Aceh Utara AKP Iswahyudi, S.H bersama sejumlah personelnya turun langsung ke lokasi sengketa tanah di perbatasan Gampong Alue Jamok dengan Gampong Krueng Lingka Timu, Kecamatan Baktiya, Rabu (3/4).

“Pada hari ini, sekitar pukul 10.00 WIB, telah dilakukan mediasi masalah tapal batas Desa Alue Jamok dengan Krueng Lingka Timu. Pukul 08.00 WIB pagi tadi, ada warga Krueng Lingka Timu mengerjakan proyek leaning itu, tiba-tiba datang warga Alue Jamok untuk melarang,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsek Baktiya Ipda Mahmud.

Pada saat itulah, kata Ipda Mahmud, Kabag Ops AKP Iswahyudi turun langsung untuk memberikan pengamanan sekaligus memediasi kedua desa itu. Hadir juga di lokasi para personel Intel dan Reskrim dan unsur Muspika kecamatan setempat.

“Dalam mediasi itu, warga Krueng Lingka Timu diwakili oleh Bukhari selaku Kaur Pemerintahan dan warga Alue Jamok diwakili oleh Hanafiah Junet selaku Ketua Tokoh Adat. Hasil pertemuan, pekerjaan laening akan ditunda sampai hari Selasa tanggal 09 April 2019 hingga menuggu hasil keputusan lebih lanjut,” terang Kapolsek.

Baca Juga  HUT ke-74 RI : Pemuda dan Remaja Kommes Bireuen Gelar Kegiatan Tradisional

Sebelumnya, Geuchik Gampong Alue Jamok, Abdullah mengatakan, persoalan sengketa tanah tersebut telah disampaikan beberapa kali kepada Pemerintah Kabupaten. Namun permasalahan itu tidak mendapat titik temu.

Sebagaimana diketahui, tanah di perbatasan dua desa tersebut sedang dalam sengketa. Di lokasi itu kini tengah dibangun leaning. Beberapa hari yang lalu, leaning itu dirobohkan oleh orang tak dikenal (OTK) hingga puluhan meter rusak parah.

Komentar

Berita Terbaru