oleh

Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Terhadap Pelajar SUMP Ladong Aceh Besar 

PENANEGERI, Banda Aceh – Akhirnya Sat Reskrim Polresta Banda Aceh menangkap pelaku penganiayaan terhadap Raihan (16), pelajar SUMP Ladong, Aceh Besar asal Sumatera Utara yang menyebabkan ia meninggal dunia. Pelaku ditangkap di kawasan Sabang, Selasa (5/3) kemarin.

Diketahui, pelaku berinisial AN (18), pelajar kelas 3 SUMP Ladong Aceh Besar yang merupakan senior korban. Ia ditangkap setelah tim melakukan pemantauan sejak Sabtu (2/3) lalu, pasca penemuan jasad Raihan di bukit belakang sekolah yang berjarak sekitar 300 meter.

“Yang bersangkutan ditangkap di Sabang. Setelah menganiaya Raihan, AN menuju Sabang. Jadi, sebelumnya dia minta izin ke pihak sekolah untuk berobat ke Sabang. Diduga berangkat sehari sebelum jasad korban ditemukan,” ujar Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto saat ditemui Mapolresta Banda Aceh, Rabu (6/3).

Ia menjelaskan, tersangka AN ditangkap setelah polisi menemukan bukti cukup termasuk keterangan dari para saksi yang menunjukkan pelaku memang sang eksekutor penganiayaan korban. Polisi pun langsung bergerak cepat untuk mencari pelaku dan mengungkap kasus yang menimpa remaja belasan tahun ini.

Baca Juga  Pasangan Mesum di Atap Masjid Saree Dititipkan ke Lapas Anak

“Dari pemeriksaan terhadap 18 saksi kemarin itulah ditemukan titik terang, tersangka penganiayaan mengarah ke AN yang merupakan seniornya. Setelah korban ditemukan, ia menghilang dari sekolah dengan alasan berobat di luar, ditambah lagi ada beberapa saksi yang melihat bahwa korban dianiaya pelaku,” ungkapnya.

Saat diperiksa, lanjut Trisno, AN pun mengakui perbuatannya yang menganiaya Raihan. Petugas lalu menggiring AN kembali ke Banda Aceh untuk menjalani proses hukum atas apa yang dilakukan. Sementara ini, hanya AN lah yang ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan.

“Penganiayaan dilakukan di dua lokasi berbeda, tapi masih dalam kawasan atau lingkungan sekolah. Pertama di masjid, kedua di dekat kapal kontruksi beton yang digunakan untuk simulasi oleh para pelajar selama ini,” jelas Kapolresta.

Diduga, korban tewas akibat sejumlah luka memar yang dideritanya. Bahkan, luka yang paling berat ada di bagian wajah yang diduga akibat benturan. Pelaku, kata Kapolresta, juga sempat memukul bagian wajah dan kepala korban.

Dari pemeriksaan sementara terhadap tersangka, diketahui penganiayaan yang berujung pada kematian ini pun didasari oleh masalah utang. Diketahui, AN menagih hutang kepada rekan Raihan, sementara rekan Raihan itu mengaku bahwa uangnya belum dikembalikan oleh Raihan setelah dipinjam.

Baca Juga  BNN Kembali Musnahkan 4,5 Hektar Ladang Ganja di Aceh Besar

“Jadi dari situlah awalnya penganiayaan itu terjadi, hingga kini masih kita dalami kasusnya. Dalam proses ini kita melibatkan sejumlah pihak karena yang bersangkutan masih anak dibawah umur, saat ini masih dititipkan di lapas anak sementara,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau pihak sekolah agar lebih mengontrol, mengawasi dan memantau para pelajar di sekolah mana pun.

“Misalnya ada yang tidak kelihatan di sekolah agar dicari, intinya lebih mengawasi kegiatan para pelajar, terutama di sekolah yang menganut sistem boarding school,” tambahnya.

Komentar

Berita Terbaru