oleh

Polisi Terus dalami Kasus Penyerangan Novel Baswedan

PENANEGERI, Jakarta- Polisi  masih terus dalami keterangan orang bernama inisial AL (30) yang diamankan polisi berkaitan dengan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, AL (30) masih berstatus sebagai saksi.

“Statusnya masih saksi. Setelah dilakukan pemeriksaan, kita belum menemukan (indikasi) dia adalah pelakunya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/5).

AL diamankan di kawasan Jakarta, Selasa (9/5) malam. Namun, Polisi tidak menahan AL, karena masih menggali keterangan dan alibi AL.

“Kami tidak menahan tapi petugas akan membawa untuk mendalami alibinya,” kata Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan, pihaknya masih akan menggali keterangan AL dan mengecek lagi dengan keterangan saksi lainnya. Polisi juga akan mencari bukti lainnya untuk pendalaman keterangan AL ini.

Penyidik Polda Metro Jaya juga memeriksa alibi AL, yang mengaku bekerja sebagai sekuriti di salah satu spa di Jakarta.

“Sedang kami cek alibinya. Kami tidak menahan yang bersangkutan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono,(11/5).

Argo menjelaskan, penyidik tidak menahan AL, karena ia masih terduga. Salah satu alibi yang didalami penyidik adalah kegiatan AL pada 10 April hingga 11 April.

Sementara itu pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mendapat informasi dari Polri soal adanya penangkapan yang dilakukan oleh tim gabungan Polda Metro terkait kasus penyerangan pada Novel Baswedan.

“Informasi soal penangkapan sudah kami terima. Secara rinci hasilnya tentu perlu dikoordinasikan lebih lanjut,”ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (10/5/2017).

Febri melanjutkan pada prinsipnya, KPK mengucapkan terima kasih pada Polri yang masih serius menangani penyerangan pada Novel Baswedan yang kini dirawat di Singapura.

Sebelumnya Novel Baswedan disiram cairan yang diduga air keras di dekat Masjid Jami Al Ihsan, dekat rumahnya. Saat itu, Novel baru saja selesai menunaikan shalat Subuh berjemaah di masjid tersebut sekitar pukul 05.10 WIB.

Akibat penyerangan ini, penglihatan Novel terganggu dan harus menjalani perawatan di Singapura. Novel Baswedan merupakan Kepala Satuan Tugas yang menangani beberapa perkara besar, satu di antaranya adalah kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *