oleh

Polres Aceh Tengah Bekuk Terduga Sindikat Pengedaran Ganja Antar Provinsi

PENANEGERI, Aceh Tengah – Seorang Celeaning Servis PT PH, sebuah perusahaan sub kontraktor pelaksana pembangunan mega proyek PLTA Krueng Peusangan di Aceh Tengah diduga terlibat sindikat pengedaran ganja antar provinsi dengan modus pengiriman menggunakan biro jasa pengiriman barang.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi SH MH, melalui Kasat Reserse Narkoba, Iptu Sastra Wijaya, Rabu malam (15/08) kepada Penanegeri.com melalui telpon selulernya.

Menurut Sastra, tersangka pengedar ganja antar provinsi tersebut berinisial BH. Berdasarkan kartu indentitasnya ia bekerja sebagai Cleaning Servis pada PT PH. BH tercatat sebagai warga Banda Aceh.

Dijelaskan, penangkapan tersangka berawal dari adanya kecurigaan pekerja disalah satu biro jasa pengiriman barang di Aceh Tengah terhadap barang yang hendak dikirim tersangka, kemudian pimpinan biro jasa pengiriman barang tersebut melaporkan hal ini ke pihak Polres Aceh Tengah.

“Kita mendapat laporan dari pimpinan biro jasa pengiriman barang yang menaruh curiga terahadap barang kiriman tersangka, setelah mendapat laporan kita langaung ke TKP untuk melakukan pengecekan dan ternyata benar, isi kota kiriman tersangka adalah ganja kering seberat 4 kilogram, barang tersebut tujuan pengirumannya ke Batu Malang Jawa Tengah,” beber Sastra.

Setelah melakukan penyelidikan dan pengintaian, akhirnya pada Jum’at (13/8), tim Satres Narkoba Polres Aceh Tengah berhasil membekuk tersangka di kediamannya di daerah Kecamatan Silih Nara. Ia dibekuk petugas tanpa perlawanan. Dari tangan tersangka, turut disita satu unit bong alat hisap sabu dan sisa sabu-sabu bekas digunakan tersangka.

Dihadapan petugas, BH mengaku sudah dua kali berhasil melakukan pengiriman ganja dengan modus menggunakan jasa pengiriman barang. Pertama dia berhasil mengirimkan barang seberat 2 kilogram, dengan tujuan salah seorang temannya yang berada di Batu Malang.

BB Polres Aceh Tengah
(Penanegeri/Istimewa) : Barang bukti ganja seberat 4 Kg milik tersangka BH, terduga sindikat pengedar ganja antar provinsi, Rabu (15/8).

Setelah berhasil dipengiriman pertama, hanya selang berapa hari, BH kembali melakukan pengiriman ganja yang juga seberat 2 kilogram dengan alamat yang sama, namun tersangka menggunakan jasa pengiriman barang yang lain lagi.

Oleh karena keberhasilannya yang telah dua kali melakukan pengiriman barang haram tersebut dan tergiur dengan keuntungan yang lumayan besar. Akhirnya tersangka kembali melakukan pengiriman untuk ketiga kalinya dengan jumlah dua kali lipat dari yang sebelumnya, yaitu sebanyak 4 kilogram, menggunakan biro jasa pengiriman yang kedua.

Namun naas, kali ini petugas biro jasa pengiriman menaruh curiga terhadap gelagat dan gerak-gerik tersangka serta terhadap barang kirimannya. Karena menaruh curiga, petugas tersebut melaporkan prihal kecurigaannya terhadap barang kirumna tersangka dan setelah melakukan kroschek, pimpinan biro jasa tersebut melaporkan priatiwa ini ke pihak berwajib.

“Setelah kita intai, akhirnya TSK kita bekuk di kediamannya diwilayah Kecamatan Silih Nara dan pada saat penggeledahan, kita temukan satu unit alat hisap sabu dan sisa sabu-sabu yang sebagian telah digunakan tersangka yang akhirnya kita amankan sebagai barang bukti,” jelas Sastra.

Tersangka mengaku menjual barang tersebut seharga Rp 2.500.000 per kilogramnya. Akibat dari perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di tahana Mapolres Aceh Tengah, guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar