oleh

Polres Bireuen Periksa Saksi Kasus Pemalsuan Data Muallaf

PENANEGERI, Bireuen – Sejumlah saksi kasus dugaan pemalsuan akta kematian terhadap, Siti Ainsyah Sianipar (35), seorang muallaf di Gampong Cot Buket, Peusangan, Kabupaten Bireuen telah diperiksa di Mapolres setempat.

Hasil sementara dari sejumlah saksi yang telah diperiksa, Polres Bireuen juga mulai mengarah ke tersangka utama dalam kasus ini.

“Kasus dugaan pemalsuan akta kematian terhadap warga yang masih hidup ini, kita telah memeriksa lima orang saksi,” ujar Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim, Iptu Dimas Adhit Putranto SIK, Rabu (12/2).

Dijelaskan Kasat, dalam pemeriksaan ke lima orang saksi tersebut, mulai mengarah ke tersangka utama dugaan pemalsuan akta kematian tersebut.

Ketika disinggung siapa tersangka utama, Kasat Reskrim mengatakan, sejauh ini masih didalami, mungkin dalam dua hari ini akan dilakukan pemanggilan tersangka utama untuk pemeriksaan.

“Yang pasti dalam minggu ini tersangka utamanya akan kita panggil, dan dilakukan pemeriksaan,” sebutnya.

Sementara itu, perwakilan Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh di Kabupaten Bireuen, Murni M Nasir akan melakukan pengawalan proses penyelidikan kasus pemalsuan data kependudukan terhadap Siti Ainsyah Sianipar (35) warga Cot Buket, kecamatan Peusangan, Bireuen.

Setelah dinyatakan Siti Aisyah tidak terdaftar di dokumen manapun, termasuk BPJS karena statusnya telah meninggal dunia saat berobat ke Bidan Desa (Bides) setempat usai mengalami gangguan penglihatan.

“Lalu Siti Aisyah Sianipar melaporkan ke pihak kepolisian  terkait dugaan pemalsuan dokumen pada tanggal 21 Desember 2019, dengan  laporan No : LP. B/ 201/ XII/ Res.1.9./2019/ SPKT/ Res Bireuen,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *