oleh

Polres Langsa Bongkar Penjualan Bayi yang Dilakukan Ayah Kandung

PENANEGERI, Langsa – Polres Langsa berhasil membongkar sindikat perdagangan manusia atau Human Traficking dengan mengamankan 5 tersangka dan satu diantaranya adalah ayah kandung dari bayi yang dijual.

Kapolres Langsa, AKBP Satya Yudha Prakasa, SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Agung Wijaya Kusuma, SIK kepada Penanegeri.com, Kamis (11/10) mengatakan, awalnya, polisi berhasil meringkus pelaku utama SK (41) warga Dusun Makmur, Gampong Asam Peutik, Kecamatan Langsa Lama Pemko Langsa, pada Kamis (4/10) sekira pukul 14.00 WIB, di Desa Sungai Kuruk, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang.

“Tersangka SK merupakan ayah kandung dari bayi S berusia 7 bulan (korban perdagangan manusia/ traficking) dan selama ini tinggal bersama istrinya NP di Dusun Damai, Gampong Karang Anyar, Kecamatan Langsa Baro,” sebutnya.

Ia menjelaskan, setelah meringkus pelaku utama SK, selanjutnya sekitar pukul 17.30 WIB, polisi kembali membekuk dua tersangka lainnya, yakni JM (54) warga Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama dan IS (60) warga Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota.” Keduanya ditangkap karena terlibat sebagai perantara atau penyalur penjualan bayi tersebut,” ucap Kasat.

Baca Juga  Ramadhan 1439 H, Polres Langsa Bagi-bagi Takjil Gratis

Lalu, anggota Sat Reskrim Polres Langsa melakukan pengembangan dan dibantu oleh Unit PPA Polres Sabang, maka pada Jumat (5/10) di Kota Sabang, petugas berhasil meringkus pasangan suami istri, yang membeli bayi tersebut, yakni RM (42) dan MS (43) keduanya warga Jurong Tanoh Buju, Gampong Cot Ba’u, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang.

Sementara itu, kata Kasat, perdagangan bayi itu, bermula pada, Minggu (12/8) sekira pukul 14.00 WIB, dimana NP hendak pergi undangan dan menitipkan anaknya kepada, SK. Kemudian, setelah NP pergi, maka SK pun langsung mengambil peralatan bayi, seperti pakaian, pampers, susu dan memasukkan ke dalam tas.

Selanjutnya, tersangka SK membawa anaknya ke luar melalui pintu samping rumah dan saat itu di depan rumah ada ayah kandung dan abang ipar, NP. Karena merasa takut, maka saat keluar itu, tersangka SK tidak menegur ayah dan abang iparnya dan langsung pergi meninggalkan rumah dengan membawa anak kandungnya menggunakan sepeda motor.

Kemudian, sesampainya di SPBU Alue Dua, Kecamatan Langsa Barat, tersangka SK menelpon, tersangka JM dan setelah JM dan tersangka IS tiba dengan menggunakan Mobil Ambulance, maka tersangka SK pun memberikan anak kandungnya kepada keduanya untuk diantarkan ke Perumahan Deno Indah, Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro.

Baca Juga  Kompol Budi Darma Jabat Wakapolres Langsa

Lanjut Kasat, sesampainya di rumah ibu mertua RM yakni di Perumahan Deno Indah, maka RM, MS, JM, IS dan SK membuat surat pernyataan serah terima anak kandung SK kepada RM dan MS. Dimana, surat pernyataan tersebut ditulis oleh IS dan tanda tangan NP (ibu kandung bayi itu) dipalsukan oleh SK.

Setelah surat pernyataan tersebut dibuat dan ditanda tangani, sambung Kasat, maka RM dan MS memberikan uang sebesar Rp 10.000.000 kepada SK.

“Akibat perbuatannya, mereka dikenakan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Jo Pasal 76F Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014, tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang/Traficking dan Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru