oleh

Polres serta Dinas Terkait Pantau Penjualan Gas Elpiji 3 Kg di Bireuen

PENANEGERI, Bireuen – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait penjualan gas elpiji subsidi 3 kilogram yang sering langka di pasaran serta tingginya harga penjualan.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bireuen, Ir Alie Basyah M.Si kepada wartawan, Kamis (31/10) mengatakan, untuk menyahuti hal ini, maka kedepan tim dari Polres Bireuen bersama dinas akan terus memantau penjualan gas ukuran 3 kilogram.

“Bila ada pangkalan atau agen yang menjual di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah, maka harus menerima konsekuensinya. Selain ditegur, lalu dikurangi jatah gas dan ancaman terakhir dicabut izin bagi pangkalan atau agen,” katanya.

Konsekuensi itu, lanjut Alie Basyah, merupakan hasil rapat koordinasi dengan berbagai pihak yang dilaksankan baru-baru ini, disamping harus mengikuti aturan juga terdapat sanksi bagi yang melanggar, terutama agen dan pangkalan.

“Setiap pangkalan atau agen tidak dibenarkan menjual tabung gas 3 kilogram untuk kios-kios, juga bagi PNS maupun orang katagori berada atau orang kaya,” terangnya.

Dijelaskan Alie Basyah, saat ini ada enam pangkalan yang menjual gas tabung 3 kilogram untuk masyarakat miskin di Bireuen. Sementara 273 agen penyalur yang tersebar di 17 kecamatan.

Baca Juga  291 Siswa di Bireuen Bersaing untuk Lolos Sebagai Paskibra Nasional

Untuk Tahun 2019 ini di Kabupaten Bireuen mendapat tambahan 26.667 tabung gas elpiji 3 kilogram, sehingga jumlah seluruhnya sudah 2.660.000 tabung gas.

“Kita berharap dengan adanya penambahan tabung gas ini, maka tidak terjadi lagi antrian untuk memperoleh gas 3 kilogram, dan sasaran penyaluran utamanya adalah warga miskin dan usaha mikro (usaha kecil),” harapnya.

Untuk menghindari penjualan gas diatas harga het, maka aparat penegak hukum terus memantau penjualan gas yang diperuntukkan bagi warga miskin di Bireuen.

“Apabila ada pangkalan atau agen melakukan pelanggaran, tetap akan diberikan sanksi, sanksi pertama teguran dari dinas atau aparat penegak hukum. Selanjutnya dikurangi jatah,” ungkapnya.

Kemudian, jika pangkalan atau agen masih melakukan pelanggaran, maka jatah gas tidak diberikan lagi dan ancaman terakhir bagi pangkalan dan agen akan dicabut izinnya.

“Untuk diketahui, sejak beberapa waktu lalu sudah ada empat agen yang ditangkap. Mereka  melakukan pelanggaran dalam penyaluran gas ukuran 3 kilogram yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah,” tandas Alie Basyah.

Komentar

Berita Terbaru