oleh

Polresta Banda Aceh Sita Ratusan Kosmetik Ilegal

-Aceh-24 views

PENANEGERI, Banda Aceh – Polresta Banda Aceh, berhasil menyita ratusan kosmetik ilegal atau tidak memiliki izin edar, di tempat dan waktu yang berbeda.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Taufiq, SIK kepada Penanegeri.com, Rabu (3/10) mengatakan, pengungkapan itu terjadi di dua tempat berbeda yakni, Selasa (25/9) sekira pukul 15.00 WIB, di Desa Lam Gapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Kemudian, Rabu (26/9) sekira pukul 13.00 WIB, di Jalan Enau No 17A, Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturahman Kota Banda Aceh.

Ia menjelaskan, pengungkapan itu bermula, pada Selasa (25/9) sekira pukul 15.00 WIB di Desa Lam Gapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, dimana dari hasil penyelidikan petugas diketahui bahwasannya disalah satu rumah di desa tersebut ada memperjual belikan alat-alat kosmetik yang tanpa izin edar dan surat-surat lainnya.

“Saat petugas melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berbagai macam jenis kosmetik. Selanjutnya tersangka Mariaton (42) Desa Lam Gapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besa dan barang bukti dibawa ke Polresta Banda Aceh,” ujarnya.

Baca Juga  Polresta Banda Aceh Tangkap Pelaku Prostitusi Online di Hotel

Kemudian, kata Kasat, keesokan harinya tepatnya Rabu (26/9) dari hasil keterangan tersangka Mariaton diperoleh informasi bahwasannya di Lorong Enau Nomor 17A, Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh juga ada kegiatan jual beli alat-alat kosmetik yang tidak memiliki izin edar dan surat-surat lainnya.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas kemudian menuju ke rumah tersebut. Pada saat di rumah tersebut petugas mengamankan, Nurbaiti (29) yang bekerja sebagai pedagang, warga Desa Lambari Jurong Raya KecAmatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar, beserta barang bukti alat-alat kosmetik tanpa izin edar dan selanjutnya tersangka dibawa ke Polresta Banda Aceh beserta barang bukti guna dilakukan proses lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Undang-Undang Nomor:36 Tahun 2009, tentang Kesehatan Subs Pasal 62 Ayat 1 Undang-Undang Nomor:8 Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Komentar

Berita Terbaru