oleh

POLRI Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana 11 Rekening Sindikat Saracen

PENANEGERI, Jakarta – Guna menelusuri aliran dana ke kelompok Sindikat Penyebar Hate Speech ‘Saracen Grup’, maka Pijak Kepolisan telah bekerja sama dengan lembaga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk ¬†menyelidiki aliran dana transaksi keuangan dalam 11 rekening milik kelompok Saracen itu.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul menegaskan bahwa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tengah menyelidiki aliran dana transaksi keuangan dalam 11 (sebelas) rekening milik kelompok Saracen.

“Kami menemukan ada sekitar 11 rekening. Kami minta PPATK untuk menelusuri aliran transaksinya,” kata Kombes Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/8).

Kebagpenum Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, belasan rekening yang didapat oleh penyidik setelah dilakukan penelusuran data dan keterangan para tersangka.

Saat ini pun pihaknya sudah memberikan data (rekening) itu ke PPATK untuk dilakukan penulusuran terkait detailnya transaksi.

“11 Rekening itu apakah terkait pemasaran, transaksi atau keperluan Jasriadi. Tapi yang pasti ada belasan lebih nomor rekening yang kemudian kita periksakan, kita mohon kepada PPATK untuk dilakukan analisis terhadap transaksi aliran dananya, ” kata Martinus di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (30/8).

Menurut Kombes Martinus, belum dapat dipastikan bahwa rekening tersebut digunakan sebagai rekening yang menampung pembayaran dari pemesan jasa ujaran kebencian.

“Apakah itu terkait dengan pemesanan atau kegiatannya tersangka, belum diketahui,” katanya.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga tersangka pengelola grup yang berisi konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook, Saracen, terkait dengan struktur organisasi Saracen.

Martinus pun memungkinkan adanya tersangka baru dalam kasus ini. Karena menurutnya, polisi masih terus melakukan pengembangan.

“Bisa saja ada tersangka baru, karena pengembangan masih terus dilakukan,” tandasnya.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga tersangka pengelola grup yang berisi konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook, Saracen, terkait dengan struktur organisasi Saracen yakni iga tersangka tersebut adalah MFT, SRN dan JAS.
Kelompok Saracen ini memilki tarif jasa untuk menyebarkan ujaran kebencian di media sosial yang meresahkan masyarakat luas. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *