oleh

Polsek Kejuruan Muda Peroleh 1 Pucuk Pistol Hasil Pengembangan Curas

-Peristiwa-123 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Satu pucuk senjata api (senpi) jenis pistol Smith & Wilson sisa Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada masa konflik Aceh sepuluh tahun silam, diserahkan warga kepada Polsek Kejuruan Muda, Polres Aceh Tamiang.

Penyerahan pistol Revolver warna silver berikut tiga amunisi yang masih aktif tersebut langsung diterima Kapolsek Kejuruan Muda, Iptu Muhammad Isral, SIK didampingi jajarannya di Kantor Mapolsek setempat, Rabu (5/7) pagi.

Kepada awak media, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo, SIK melalui Kapolsek Kejuruan Muda Iptu M Isral dalam keterangan persnya, Kamis (6/7) mengatakan, penyerahan senpi pistol tersebut berdasarkan hasil pengembangan lidik dan sidik kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang pernah ditangani di Dusun Lama, Desa Slamat, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang, pada 27 April 2017 lalu.

Dari hasil pendalaman dan penggalangan kasus Curas tersebut diperoleh bahan keterangan (Baket) dari pelaku Curas, bahwa ada senjata api yang berada diwilayah Pintu Kuari Dusun Lama, Desa Selamat, Tenggulun masih ditanam dalam tanah pada saat konflik Aceh 2005 silam.

Dari hasil bahan keterangan awal, sambung Kapolsek, ternyata posisi tempat ditanamnya senjata api tersebut telah dibongkar dan dipindah ke lokasi lain. Kemudian dilakukan penggalangan hingga membuahkan hasil.

Hari Rabu 5 Juli 2017 kemarin, ada masyarakat datang ke Mapolsek mau menyerahkan satu pucuk senjata pistol warna silver dan tiga butir amunisi aktif kepada Kapolsek Kejuruan Muda dan Kanit Reskrim.

“Masyarakat menyerahkan senjata api ini secara sukarela, tapi dengan syarat identitasnya minta dirahasiakan dan dijamin keamanannya,” jelas Isral.

Ditambahkan, saat ini jajarannya tengah melakukan penajaman dan pendalaman terhadap keberadaan senjata api lainnya yang kemungkinan masih beredar di masyarakat khususnya diwilayah hukum Polsek Kejuruan Muda.

“Kita berharap ada penyerahan senjata selanjutnya kepada pihak berwenang. Jangan sampai senjata api yang masih ditanam jatuh ke tangan orang atau kelompok untuk melakukan aksi kriminalitas,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *