oleh

Polsek Kuta Alam Tangkap 2 Pencuri Hp asal Aceh Selatan dan Deli Serdang

PENANEGERI, Banda Aceh – Personel Polsek Kuta Alam menangkap dua pencuri handphone yang beraksi di sebuah toko perlengkapan bayi yang ada di kawasan Jalan T Daud Beureueh, Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu (19/1) lalu.

Mereka ditangkap saat melintas di Jalan Pocut Baren, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Senin (4/2) sore kemarin, setelah polisi menerima laporan dari korbannya yakni Mutasya Revatiana (19), warga Gampong Ateuk Munjeng, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh dan melakukan serangkaian penyelidikan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dhiza Fezuono mengatakan, pelaku berinisial RY alias Yudi (37), warga asal Gampong Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan.

“Satu tersangka lagi yakni MH alias Wak Hapan (58) yang merupakan warga asal Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara,” ujarnya Kamis (7/2).

Dijelaskannya, kedua pelaku melakukan aksinya dengan berpura-pura menawarkan tabloid ke korban yang saat itu tengah bekerja di toko perlengkapan bayi. Tersangka RY berperan sebagai pemantau sekaligus penunggu di depan toko menggunakan motor jenis Suzuki Satria FU, sementara MH berperan sebagai penawar tabloid.

Baca Juga  BNNP dan Polda Aceh Tangkap 2 Tersangka bersama 13,2 Kg Sabu

“Saat korban lengah, pelaku mengambil handphone korban yang terletak di atas meja. Saat tersadar handphone miliknya dicuri pelaku, barulah korban melapor. Kita pun langsung melacak keduanya beserta motor yang digunakan,” jelas Kapolsek.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti motor, sebuah handphone dan sebuah tabloid yang digunakan para pelaku untuk menjalankan aksinya. Sementara, handphone pelaku yang dicuri telah dijual ke orang lain dan hingga kini masih dalam penyelidikan lanjut.

“Dijual seharga Rp 600 ribu kepada salah seorang sopir mopen yang tak dikenalnya. Ini pun yang agak menyulitkan kita dalam memperoleh barang bukti handphone korban yang diambil karena pelaku tidak kenal dengan pembeli,” kata Kapolsek.

Dhiza menambahkan, kedua tersangka mengaku baru berada lima hari di kota Banda Aceh. Namun, pihaknya menduga bahwa para pelaku ini memang komplotan pencurian handphone yang menggunakan berbagai modus dalam menjalankan aksinya.

“Hingga kini masih kita amankan dan kembangkan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Iptu Miftahuda Dhiza Fezuono.

Komentar

Berita Terbaru