oleh

Polsek Lhoong Musnahkan 4 Hektar Ladang Ganja 

PENANEGERI, Aceh Besar – Belasan personel Polsek Lhoong jajaran Polres Aceh Besar memusnahkan empat hektar ladang ganja yang ditemukan di kawasan pegunungan Gampong Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Minggu (10/3) kemarin.

Pemusnahan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Lhoong, Iptu Fajar Rahmat beserta Wakapolsek, Ipda Syafran dengan melibatkan 15 orang personel Polsek.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha melalui Kasat Resnarkoba, AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, pemusnahan ladang ganja ini dilakukan atas informasi masyarakat yang menyebutkan adanya ladang ganja di kawasan pegunungan itu.

“Setelah menerima informasi, Kapolsek mengerahkan 6 orang anggota untuk mengecek ke lokasi yang jarak tempuhnya kurang lebih 14 kilometer dari Mapolsek Lhoong,” ujarnya Senin (11/3).

Ia menjelaskan, untuk menuju ke lokasi, anggota harus melalui perkebunan masyarakat hingga hutan dan mendaki pegunungan. Setiba di lokasi, petugas langsung menemukan lahan seluas 4 hektare yang ditanami ganja yang usianya diperkirakan sekitar 4 bulan.

“Penemuan ini dilaporkan ke Kapolsek dan langsung dikerahkan 16 anggota untuk ke lokasi melakukan pemusnahan. Untuk ke lokasi harus berjalan kaki dengan medan jalan yang terjal berbatu yang memakan waktu sekitar 3 jam,” jelasnya.

Baca Juga  Pelaku Pencurian Bola Lampu Masjid Baiturrahman Lhokseumawe di Tangkap

Personel Polsek kemudian langsung memusnahkan ladang ganja. Seluruh batang ganja yang ada di lahan itu dicabut dan dibakar hingga habis. Petugas pun mengamankan sejumlah batang ganja sebagai barang bukti.

“Sekitar 108 batang ganja sepanjang 2,5 meter diamankan sebagai barang bukti. Sementara yang dimusnahkan di lokasi sekitar 1900 batang. Selain itu, di lokasi juga diamankan 2 kantong plastik besar berisi ganja kering,” ungkap Kasat.

Sementara, petugas tak menemukan pemilik ladang atau pun penanam ganja di lokasi, hanya menemukan dua kantong plastik berisi ganja kering yang diduga telah dipanen sebelumnya.

“Pelakunya belum diketahui, ini masih dalam penanganan lebih lanjut,” tambah Kasat.

Komentar

Berita Terbaru