oleh

Pondok Pesantren IBS An Nizham Darussalam Resmi Berdiri, Tawarkan Program Tahfiz dan Bisnis

PENANEGERI, Kampar – Di Provinsi Riau saat ini terdapat beberapa pondok pesantren baik tradisional atau modern.

Salah satunya adalah pondok pesantren Integrated Boarding School (IBS) An Nizham Darussalam yang berlokasi di Desa Sahilan Darussalam Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar.

Salah satu momen penting itu adalah saat peletakan batu pertama IBS An Nizham Darussalam yang dilaksanakan pada Ahad (22/12/2019).

Hadir saat itu anggota Komisi V DPR RI Dapil Riau H Syahrul Aidi Maazat Lc MA, Anggota Komisi 2 DPRD Riau Ardiyansyah, Wakil Ketua DPRD Kampar Repol SAg, Camat Gunung Sahilan beserta tamu undangan lainnya.

Syahrul Aidi dalam sambutannya menyatakan bahwa saat ini pesantren jadi tren baru lembaga pendidikan di Riau.

Khususnya di Kampar, hampir tiap tahun selalu ada pesantren baru yang tumbuh. Syahrul Aidi mengapresiasi hal itu. Bahkan kapan perlu, katanya, kita jadikan Riau ini sebagai daerah dengan pendidikan berbasis keagamaan terbesar di Indonesia.

“Saya mengapresiasi bang Saidul Tombang ini dalam pendirian pesantren ini. Saya yakin beliau menghadirkan lembaga pendidikan terbaik bagi Riau. Karena saya tahu beliau semenjak mondok di Islamic Centre Kampar dahulunya. Beliau adalah angkatan ketiga. Senior saya,” terang Syahrul Aidi.

Sementara itu Ardiyansyah dalam sambutannya menyampaikan konsep lembaga pendidikan yang terintegrasi ini memiliki kelebihan dari lembaga pendidikan lainnya.

“Pesantren dengan konsep bisnis ini punya kelebihan. Sektor bisnis dari pesantren ini akan menopang sisi keuangan pondok, dan juga tentu memberikan bekal kewirausahaan bagi anak didik nantinya. Maka IBS An Nizham ini miliki banyak kelebihan.” tambahnya.

Sementara itu Repol sebagai tokoh Kampar Kiri mengapresiasi kehadiran pesantren ini.

Dia menerangkan saat ini pendidikan berbasis pondok jadi penghalang perkembangan penyakit masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan anak muda.

“Pesantren itu jadi lembaga efektif pencegahan peredaran Narkoba dan kejahatan lainnya. Kita cegah berkembangnya Pekat (penyakit masyarakat- red) ini melalui pendidikan. Semoga Pekat di kalangan anak muda dapat dicegah,” terang Repol.

Repol pun mengapresiasi kehadiran pesantren ini dapat menopang perekonomian di kecamatan Gunung Sahilan nantinya.

Wilayah sekitaran pondok akan makin ramai. Dan tentunya tingkat perekonomian masyarakat makin berkembang.

Saidul Tombang mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para tamu yang hadir dan juga para donatur yang tak dapat disebut nama satu per satu.

“Insya Allah tahun ajaran 2020/2021 kita telah mulai belajar mengajar. Mulai sekarang kita telah membuka pendaftaran,” terang Saidul Tombang.

Saidul Tombang menjelaskan bahwa pesantren ini berbasiskan tahfiz dan bisnis. Dia akan memadukan pembelajaran dua segmen tersebut.

Diambil sektor bisnis, menurut Saidul Tombang karena ke depannya generasi Islam harus lebih mandiri dan berjiwa pengusaha.

Sehingga para lulusan akan lebih terjamin masa depannya karena selain bekal pendidikan pesantren, juga dibekali dengan bekal kewirausahaan. (Anhar Rosal/red)

Komentar

Berita Terbaru