oleh

Prabowo Minta Pindah Ibu Kota Diteliti, Sandiaga Ingin Konsep Hati-hati

PENANEGERI, Jakarta – Wacana pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan mendapat atensi dari lawan politiknya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Prabowo meminta wacana tersebut diteliti, Sandi menekankan konsep tersebut harus diterapkan secara hati-hati.

Prabowo Subianto menyebut rencana pemindahan ibu kota negara merupakan perjuangan Partai Gerindra, partai yang diketuainya, sejak 2014.

Namun, dia menegaskan pemindahan ibu kota perlu penelitian yang baik.

“Pemindahan ibu kota sudah perjuangan Gerindra lama, dari 2014 sudah berjuang pemindahan ibu kota. Tapi tentu pindah ibu kota perlu penelitan yang baik, tempat di mana bisa diterima semua pihak, dan biaya juga tidak ringan,” kata Prabowo seusai upacara peringatan HUT RI di kantor DPP Gerindra, Jalan Harsono RM, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019), dikutip dari laman detik.com.

Meski begitu, Prabowo tidak menyebutkan daerah yang terbaik untuk menjadi ibu kota negara berikutnya.

Menurut dia, pencarian lokasi harus dibahas oleh para pakar.

“Cari yang terbaiklah. Harus dicari, cari pakar dan konsensus yang baik,” ucap dia.

Sementara itu, Sandiaga Uno meminta masyarakat ikut mengkritik rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan.

Hal ini disampaikan Sandi saat bertemu dengan Forum Alumni Perguruan Tinggi Indonesia (API).

Eks cawapres yang berpasangan dengan Prabowo itu menyebut masyarakat harus menuliskan alasan penolakan wacana pemindahan ibu kota.

Dia memerinci sejumlah pertanyaan kritis terkait rencana pemerintah itu.

“Berapa biayanya? Menguntungkan siapa? Siapa yang dapat lapangan kerja? Siapa yang membiayai? Berapa cost-nya? Kontraktornya siapa? Uangnya dari mana? Kalau nggak pakai APBN, pakai apa? Kalau pakai utang, utangnya dari mana? Kalau bisa gerakkan ekonomi, ekonomi siapa, yang bawah atau yang atas? Yang dapat lapangan kerja siapa? Ini yang ingin kita beri masukan. Jangan kita melenceng dari konstitusi,” Kata Sandiaga di Masjid Raya Al-Ittihaad, Jl Tebet Mas Indah I, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8), dikutip dari detik.com.

Sandiaga Uno mengingat beberapa kesempatan melakukan pertemuan di Aula Masjid Al Ittihad pada masa Pilgub DKI 2017 dan Pilpres 2019.

Mengajak Forum API memantik perubahan, Sandi memandang perguruan tinggi merupakan sumber referensi terbaik.

Oleh karena itu, eks Wagub DKI Jakarta itu meminta Forum API memaparkan soal pertimbangan pemindahan ibu kota karena ide tersebut menurutnya perlu mendapatkan persetujuan setiap warga negara.

“Tulis, kenapa API, Alumni Perguruan Tinggi Indonesia, menolak pindahnya ibu kota. Step-nya satu per satu. Apakah ini prioritas, urgen nggak?” ucap Sandi.

Dia lantas bercerita tentang seorang pengusaha besar yang baru membangun kantor pusat di Jakarta. Pengusaha tersebut meminta Sandi menyampaikan agar pemindahan ibu kota batal karena baru saja membangun investasi.

Sandi pun berharap pemindahan ibu kota dilakukan secara hati-hati.

Dia memberi pesan kepada Forum API untuk tidak asal menolak rencana pemindahan ibu kota tanpa membuat analisis pertimbangannya.

“Tentunya semua harus diajak bicara, kita harus hati-hati. Saya sampaikan sekarang, kita nggak boleh langsung bilang menolak, tapi kita pelajari dulu kita hati-hati setelah itu kita berikan masukan sebagai oposisi yang bersahabat. Setuju?” kata Sandi. (*/dtc)

Komentar

Berita Terbaru