oleh

Prancis Serukan Pencabutan Sanksi Terhadap Warga Qatar

PENANEGERI, Desk Internasional – Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian mengatakan negaranya “sangat prihatin dengan situasi kemerosotan mendadak di Teluk” mengacu pada makin memburuknya situasi krisis diplomatik di kawasan Teluk pasca adanyta sanksi blokade total terhadap Qatar.

Perancis telah menyerukan segera pencabutan sanksi yang menargetkan warga Qatar dalam upaya untuk meredakan perpecahan selama sebulan belakangan antara negara  Qatar dan rombongan negara tetangga terdekat Qatar yang dipimpin Arab Saudi.

Dalam kunjungannya ke ibukota Qatar Doha pada hari Sabtu 915/7), Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan negaranya “sangat prihatin dengan kemerosotan mendadak” dari situasi di wilayah tersebut.

“Prancis menyerukan pencabutan secepat mungkin dari tindakan yang mempengaruhi populasi secara khusus, keluarga bi-nasional yang telah dipisahkan atau pelajar,” kata Le Drian kepada wartawan di Doha, setelah dia bertemu dengan Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.

Menlu Prancis, Le Drian juga bertemu dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mengikuti langkah Menteri Luar Negeri  AS (Secretary of State) Rex Tillerson, yang berada di kawasan Teluk minggu ini untuk membantu menemukan solusi kebuntuan regional.

Baca Juga  Qatar Tolak Tuntutan Arab Saudi Cs namun Siap untuk Berdialog

Dia dijadwalkan mengunjungi Arab Saudi pada hari Sabtu (15/7) dan akan mengunjungi Kuwait dan Uni Emirat Arab pada hari Minggu (16/7).

“Prancis harus menjadi fasilitator dalam mediasi” yang dipimpin oleh Kuwait, Le Drian kepada wartawan.

Kuwait berusaha menengahi perselisihan tersebut.

“Prancis sedang berbicara dengan semua negara ini untuk membantu mencari solusi,” katanya, menyerukan “dialog dan ketenangan” antara negara-negara Arab yang bersangkutan.

Le Drian juga mengatakan bahwa Prancis mengandalkan “kerja sama yang memperkuat Qatar dalam memerangi terorisme, terutama dalam memerangi pendanaan terorisme”.

Sementara itu, Menlu Qatar, Sheikh Mohammed  bin Abdulrahman Al Thaniengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya melawan Qatar  justru bisa mengganggu upaya regional untuk memerangi terorisme.

“Memerangi terorisme juga tidak bisa melalui praktik terorisme politik dan intelektual terhadap sebuah negara,” kata Sheikh Mohammed.

Selain Prancis, pejabat dari Inggris dan Jerman juga mengunjungi wilayah Teluk tersebut dalam beberapa pekan terakhir untuk mengupayakan solusi dan dialog diplomatik. (*)

Komentar

Berita Terbaru