oleh

Presiden Jokowi Panggil Kapolri terkait Kasus Air Keras yang Menimpa Novel Baswedan

PENANEGERI, Jakarta – Presiden Ir. H Joko Widodo sedianya memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk perkembangan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Novel Baswedan, pada hari Senin (31/7).

Dalam keterangannya usai menutup Lebaran Betawi di Jakarta, Presiden Ir. H Jokowi berencana memanggil Kapolri JenderalTito Karnavian hari ini, untuk menanyakan penanganan kasus Novel Baswedan hari Senin (31/7) .

Presiden Ir. H Jokowi memastikan ia akan berbicara dengan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian untuk membahas kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Senin 31 Juli 2017.

“Sudah saya sampaikan, Kapolri besok mau menghadap,” kata Jokowi saat mengunjungi perayaan Lebaran Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Minggu (30/7).

Hingga kini, belum diketahui siapa aktor dibalik penyerangan air keras terhadap Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan.

Saat ini, beredar berbagai informasi tentang kasus penganiayaan tersebut, mulai dari adanya tuduhan bahwa oknum polisi ikut andil dalam penyiraman tersebut, hingga ada dugaan keterlibatan oknum pejabat.

Penanganan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang terjadi pada 11 April lalu, hingga kini belum menemui titik terang. Desakan agar Presiden Jokowi membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk mengusut kasus Novel pun muncul.

Terkait dengan desakan untuk pembentukan TPF, Presiden Ir. H Jokowi sebelumnya menyampaikan akan meminta masukan dari Kapolri terlebih dulu.

Dalam berbagai kesempatan, Novel Baswedan sendiri menyampaikan masih akan bertahan di KPK meski menjadi korban penganiyaan. Novel berharap, peristiwa yang menimpa dirinya justru bisa menjadi semangat KPK untuk memberantas korupsi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *