oleh

Presiden Trump Dikritik karena Tragedi Charlottesville Virginia

PENANEGERI, Desk Internasional- Presiden Donald Trump menghadapi tekanan baru untuk menanggapi sebuah aksi demonstrasi di Charlottesville Virginia, setelah mendapat badai kritik, saat Presiden Trump justru terkesan menghindari untuk mengecam secara eksplisit tragedi di Charlottesville Virginia terhadap kelompok sayap kanan yang fanatik, Senin (14/8).

Seakan hendak menegur kepada Presiden Trump, kepala eksekutif salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia mengundurkan diri dari panel bisnis yang dipimpin oleh Trump.

CEO Merck & Co Inc Kenneth Frazier mengundurkan diri seraya menyebutkan adanya sebuah kebutuhan akan kepemimpinan yang menentang kefanatikan.

Presiden Trump dari partai Republik juga  telah dikritik oleh Partai Republik dan Demokrat terkait penanganan kekerasan hari Sabtu (12/8) di Charlottesville Virginia, di mana seorang wanita terbunuh saat seorang pria mengemudikan mobilnya ke dalam kelompok pemrotes.

Presiden Trump bertemu dengan Jaksa Agung Jeff Sessions di Gedung Putih pada hari Senin untuk membahas masalah tersebut. Jaksa Agung Jeff Sessions mengatakan bahwa dia memperkirakan presiden akan menangani kejadian tersebut lagi di kemudian hari.

Kritikus mengatakan Trump menunggu terlalu lama untuk menangani kekerasan tersebut, dan mengkritiknya saat dia menyatakan “banyak sisi” yang terlibat, dan tidak secara eksplisit mengutuk demonstran supremasi kulit putih yang secara luas dilihat sebagai pemicu huru-hara.

Eksplisit artinya adalah gamblang, tegas, terus terang, tidak berbelit-belit (sehingga orang dapat menangkap maksudnya dengan mudah dan tidak mempunyai gambaran yang kabur atau salah mengenai berita, keputusan, pidato, dan sebagainya).

Dalam menanggapi kekerasan di Charlottesville Virginia itu, Presiden Trump dikritik karena tidak secara eksplisit mengecam keras atas kejadian tersebut.

Seorang pria bernama James Alex Fields berusia 20 tahun yang bersimpati pada Nazi sejak saat remaja, menghadapi tuduhan bahwa dia sengaja menabrakkan mobilnya dengan arah mundur dengan kecepatan tinggi ke para pemrotes yang menentang nasionalis kulit putih. Aksi tabrakan mundur ini membunuh wanita bernama Heather Heyer dan melukai 19 orang.

Terdakwa, James Alex Fields, itu juga telah ditolak jaminannya pada sidang pengadilan awal pada hari Senin (14/8).
Frazier Merck, tidak menyebut nama Trump atau mengkritiknya secara langsung dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Twitter perusahaan obat tersebut, namun teguran itu tersirat.

“Pemimpin Amerika harus menghormati nilai-nilai fundamental kita dengan secara jelas menolak ungkapan kebencian, kefanatikan dan supremasi kelompok,” kata Frazier.

Trump segera membalas, namun tidak menyebutkan komentar Frazier mengenai nilai-nilai, alih-alih meninjau kembali keluhan panjang tentang obat-obatan mahal. Sekarang dia telah meninggalkan panel, Frazier akan memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada penurunan harga obat “rip-off”, kata Trump di sebuah posting Twitter.

PBB telah mengutuk kekerasan di Charlottesville, dan mengatakan tidak ada tempat untuk rasisme.

Setelah kekerasan yang terjadi di Charlottesville, Inggris juga mengecam segala macam rasisme, kebencian, dan aksi kekerasan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *