oleh

Program Bantuan Senjata pada Pemberontak Syria Dihentikan

PENANEGERI, Desk Internasional – Pemerintahan Trump telah memutuskan untuk menghentikan program bantuan guna membekali dan melatih kelompok pemberontak tertentu yang selama ini gencar memerangi pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad di Suriah (Syria).

Keputusan tersebut dibuat oleh Penasehat Keamanan Nasional H.R McMaster dan Direktur CIA Mike Pompeo sebelum pertemuan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 7 Juli di KTT G-20 di Jerman.

Namun penghentian bantuan senjata itu bukan bagian dari perundingan AS-Rusia mengenai gencatan senjata di Suriah barat daya, kata dua pejabat tersebut.

Program bantuan senjata itu dimulai pada tahun 2013 sebagai bagian dari upaya oleh pemerintahan Presiden Barack Obama untuk menggulingkan Bashar al-Assad, namun hanya menghasilkan sedikit keberhasilan, kata pejabat tersebut, yang keduanya akrab dengan program tersebut dan berbicara mengenai kondisi anonimitas.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders menolak berkomentar mengenai topik tersebut di briefing Gedung Putih. Pihak CIA juga menolak berkomentar.

Dukungan untuk program tersebut lebih terkikis tahun lalu setelah pihak pemberontak Syria kehilangan daerah yang mereka tempati di kota Aleppo, Suriah, di bawah serangan pemerintah yang didukung Rusia.

Sebelum menduduki jabatan pada bulan Januari, Trump menyarankan agar dia dapat mengakhiri dukungan untuk kelompok Free Syrian Army dan lebih memberikan prioritas untuk memerangi ISIL/ISIS.

Keputusan AS, mengatakan salah satu pejabat tersebut, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia.

Media The Washington Post pertama kali melaporkan penangguhan program bantuan pada pemberontak Syria tersebut pada hari Rabu.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders telah menolak berkomentar mengenai topik tersebut dalam briefing di Gedung Putih. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *