oleh

Program GDAD, Bireuen Kembangkan 11.047 Hektar Jagung Hebrida

PENANEGERI, Bireuen – Melalui program Grand Design Alternative Development (GDAD), petani di kawasan Batee Raya Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen kembangkan penanaman jagung seluas 11.047 hektar, Kamis (24/10).

Pengambangan tanaman jagung guna meningkatkan komoditi alternatif melalui program alternative development, untuk  pengganti lahan tanaman ganja.

Kepala BNN Pusat diwakili Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Drs Dunan Ismail Isja, MM memgatakan, penanaman perdana hari ini merupakan implementasi Inpres Nomor 6 tahun 2018 tentang P4GN, pengembangan potensi masyarakat kawasan rawan di Aceh.

“Kami mengajak masyarakat, terutama petani yang  memperoleh program ini, benar – benar serius menekuni. Sedangkan paradigma lama, menunggu turunnya bantuan pemerintah merupakan langkah yang tidak dibenarkan,” katanya.

Kedepan, petani di Aceh harus mandiri, ulet, giat bekerjasama dan ini akan membawa keberhasilan usahanya kedepan, disamping akan menambah pendapatan ekonomi bagi keluarganya.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh diwakili Kadis Pertanian Aceh, Abdul Hanan SP, MM menyampaikan,  sejak dulu Bireuen wilayah yang sangat terkenal dan unggul bidang pertanian, bahkan dulu  Bireuen daerah penghasil kedelai terbesar di Indonesia.

Baca Juga  Berbagi Kanji Rumbi Jelang Berbuka Puasa Ramadhan di Bireuen

“Tahun ini pemerintah mengalosikan anggaran guna mendukung pengembangan pertanian jagung di wilayah  Batee Raya, Juli, Bireuen seluas 11.047 hektar dan ini merupakan program terbesar di Aceh,” sebutnya.

Ia juga erharap, program Altemative Development ini tidak hanya efektif dalam memberantas lahan ganja di Aceh, tapi dapat pula mendukung cita-cita Aceh menjadi kawasan lumbung jagung nasional.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bireuen H Saifannur S.Sos mengatakan, mewujudkan Bireuen sebagai produsen jagung di Provinsi Aceh, saat ini pemerintah berupaya meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan.

“Disamping mengembangan komoditi unggulan, lahan jagung alternatif sebagai pengganti tanaman ganja, ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan petani, ikut mengurangi pengangguran,” ungkapnya.

Komentar

Berita Terbaru