oleh

Proses Belajar di Bireuen Akan Dibagi Shif

PENANEGERI, Bireuen – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Bireuen tengah mempersiapkan rencana proses belajar dan mengajar yang diwacanakan aktif kembali pada 13 Juli mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs M Nasir MPd kepada Penanegeri.com, Kamis (4/6) menjelaskan, sejauh ini kepala sekolah dan guru jenjang pendidikan SD dan SMP di Bireuen mulai melakukan berbagai kesiapan rencana aktif belajar kembali pada 13 Juli mendatang.

Menurutnya, dinas telah mengadakan rapat dengan para kepala sekolah serta para guru dan diminta mempersiapkan serta mengatur jadwal belajar, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Yang sangat utama, teknis belajar dalam ruangan nantinya disusun bersama, yakni dengan memberlakukan sistim shif. Shif bukan berati shif pagi dan sore, tetapi siswa masuk satu hari selang, ini dilakukan untuk sama-sama menjaga jarak,” katanya.

Contohnya, sambung M Nasir, untuk satu kelas misalnya ada 30 orang murid, maka jadwal belajar diatur dua kelompok, baik rombongan A maupun B.

“Untuk rombongan A makanya proses belajar pada Senin, lalu rombongan B nantinya belajar di Selasa, begitu seterusnya untuk semua siswa, shifnya tetap setiap hari dan bukan shif pagi dan sore,” terangnya.

Namun kita tetap menekankan, setiap sekolah harus menyediakan sarana cuci tangan untuk murid dan guru serta kegiatan lainnya.

Kendati demikian, lalnjut M Nasir, jadwal belajar memang masih fleksibel, artinya apabila nantinya ada kebijakan lain dari pemerintah untuk menunda, maka belajar dalam ruangan belajar maka akan diikuti sebagaimana petunjuk teknisnya.

“Tapi untuk saat ini, masing-masing sekolah dapat mempersiapkan rencana belajar dalam ruangan sesuai dengan protokol kesehatan, namun tetap harus mengedepankan protokol kesehatan,” pintanya.

Diberlakukan pembagian rombongan belajar ini, tentunya murid duduk dalam ruangan kelas tetap dipastikan ada jarak sebagaimana anjuran protokol kesehatan.

“Ini kita lakukan agar murid dapat belajar dengan baik, sebab dengan diberlakukan belajar di rumah juga tidak begitu efektif dan tidak maksimal, seperti yang diharapkan,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *