oleh

Proyek Otsus Lift dan Rehab Ruang Radiologi RSUD Aceh Tamiang Terancam Tidak Selesai

-Aceh-142 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Dua proyek di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) terancam tidak selesai tepat waktu. Pasalnya, sejumlah pekerjaan dilapangan masih terus dipacu dan diprediksi tidak rampung hingga batas waktu yang telah ditentukan karena telah mendekati mati kontrak.

Dua Proyek Otsus di RSUD Aceh Tamiang yang masih dikerjakan pihak rekanan/kontraktor diantaranya, proyek Rehab Ruang Radiologi senilai Rp 577 juta lebih dan proyek Pembuatan Lift ruang VIP senilai Rp 1,1 miliar lebih.

Pantauan Penanegeri.com dilokasi proyek, Kamis (7/12), sejumlah pekerja dan tukang bangunan tengah sibuk melakukan plaster di bagian dalam bangunan lift menggunakan peranca besi dan kayu. Ketika ditanya apakah perkjaan lift bisa selesai tepat waktu, mereka hanya gelengkan kepala sambil mengatakan tidak tahu.

“Kami tidak tahu bang, hanya pekerja disini. Ini sedang memplaster dalam dengan jumlah pekerja tujuh orang,” tutur salah seorang pekerja yang ditanyai Penanegeri.com di lokasi pembangunan lift.

Proyek Otsus

Sementara, sesuai plank proyek yang berada di lokasi, batas waktu mati kontrak pembuatan Lift RSUD Aceh Tamiang yang tertera disitu tanggal 18 Desember 2017. Artinya waktu pembuatan lift sudah mepet, kurang dari dua minggu lagi. Bahkan beredar kabar, hingga saat ini bentuk lift yang akan dipasang tersebut juga belum ada di RSUD setempat. Seperti diketahui pada papan pengumuman proyek, tanggal mulai kerja sejak 11 Agustus 2017 hingga tanggal selesai 18 Desember 2017 atau 130 hari kerja.

Diketahui, proyek pembangunan lift tersebut dikerjakan oleh CV Putra Putri Madani (PPM) sedangkan Consultan Perencana dari CV Karsani Consultant dan Consultan Pengawas yakni CV Young Creative Consultant dengan Nomor Kontrak (Otsus) 30/PPK.F Kontrak/RSUD VIII/2017.

Amatan lainnya, proyek Rehab Ruang Instalasi Radiologi RSUD Aceh Tamiang yang dikerjakan rekanan pelaksana CV Tamiang Jaya dengan nilai kontrak Rp 577 juta lebih itu juga mendekati mati anggaran dan terancam molor. Proyek tersebut harus selesai tanggal 22 Desember 2017, sementara para pekerja masih memacu pekerjaan finishing seperti, mengecat dinding dan kosen sebagian sedang menyemen bagian dalam.

Proyek Otsus

Salah seorang bekas rekanan yang pernah mengerjakan pembuatan lift dan tidak ingin disebutkan namanya kepada Penanegeri.com, Sabtu (9/12) malam mengatakan, jika realisasi pekerjaan lift masih sebatas itu dengan waktu yang sudah mepet, maka diperkirakan pembuatan lift bakal tidak rampung tepat waktu sesuai dalam kontrak.

Sebab, lanjutnya, diatas bangunan lift ada pembuatan struktur dari tulangan balok beton. Lift akan dikaitkan pada seling yang berfungsi sebagai katrol sesuai dengan kapasitas lift yang dipesan.

“Setahu saya pemasangan lift saja bisa memakan waktu tiga hari dan menghadirkan teknisi khusus. Karena selain lift, pemasangan seling juga rumit harus memakai orang yang benar-benar ahli bukan tukang sembarangan,” bebernya.

Proyek Otsus

Sumber Penanegeri.com meyebutkan, proses lain yang juga memakan waktu yakni, pihak RSUD harus menyiapkan tenaga operator lift yang akan dilatih oleh orang perusahan tempat lift dipesan. Tujuannya untuk mengantisipasi apa bila tiba-tiba terjadi mati lampu atau gangguan teknis lainnya.

“Hitungan saya pembuatan lift itu tidak siap sampai 18 Desember,” ungkapnya.

Menurutnya, jika pembuatan lift di RSUD Aceh TamiangĀ  memakai konsep jangka panjang maka lift yang dikerjakan sekarang harus disesuaikan dengan gedung yang nanti bakal dibangun ke atasnya. Idealnya ruang lift harus lebar minimal bisa masuk tempat tidur atau kapasitas muat 6 orang.

“Kebutuhan dibangun lift di rumah sakit harus masuk tempat tidur untuk mengangkat pasien dari bawah ke atas, kalau tidak seperti itu untuk apa dibangun,” tandasnya.

Proyek Otsus

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada proyek Otusus di RSUD Aceh Tamiang, May Salamah yang dihubungi awak media, Jumat (8/12) mengaku belum bisa memberi keterangan lebih rinci karna sedang mengikuti rapat internal di RSUD. Namun dia mengakui sebagai PPTK proyek Otsus pada tiga bangunan fisik yaitu, pembuatan Hydran, Rahab Instalasi Radiolagi dan Pembuatan Lift.

“Iya saya PPTK nya, tapi saya masih rapat, sebentar lagi usai rapat saya hubungi,” pesan May Salamah. Setelah beberapa jam kemudian, PPTK dihubungi kembali, namun tidak ada tanggapan.

Hari Senin (11/12) sore, PPTK Proyek Otsus di RSUD Aceh Tamiang, May Salamah saat dikonfirmasi ulang melalui sambungan telepon selulernya, tidak mengangkat telepon meski nomor ponselnya aktif.

Selanjutnya, wartawan juga meminta tanggapan melalui SMS terkait sejumlah proyek Otsus yang terancam tidak siap dan pemesanan lift apakah sudah didatangkan ke RSUD setempat oleh rekanan, namun May Salamah tidak menggubris dan membalas SMS tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar