oleh

Proyek RSS Aceh Tamiang Tak Kunjung Direalisasikan, Komisi D Ancam Pansus

-Pena Berita-80 views

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Proyek pembangunan rumah sangat sederhana (RSS) yang tersebar di 12 Kecamatan hingga kini belum juga dikerjakan. Komisi D DPRK Aceh Tamiang yang membidangi pembangunan mengancam akan melakukan Panitia Khusus (Pansus), apabila dalam pekan ini belum direalisasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat.

Anggota Komisi D DPRK Aceh Tamiang, Mustaqim kepada awak media di Karang Baru, Selasa (5/9) mengatakan, Dewan ingin mengetahui kendala apa yang dihadapi dinas terkait hingga menyebabkan pembangunan rumah sehat sederhana belum juga berjalan.

“Lambannya pengerjaan proyek fisik rumah sederhana bantuan bagi masyarakat miskin tersebut, kami harap dinas PUPR Aceh Tamiang harus dapat memberikan penjelasan,” ujarnya.

Selain mempertanyakan soal lambatnya pelaksanaan proyek RSS, pihaknya juga meminta Dinas PUPR yang saat ini dipimpin Syamsuri, SE jangan bermain-main dalam melaksanakan pembangunan yang sudah direncanakan, sehingga dampaknya tidak merugikan masyarakat banyak.

“Jika dalam minggu ini RSS belum direalisasikan juga, kami dari Komisi D yang membidangi pembangunan, tidak menutup kemungkinan akan membentuk Pansus atas pembangunan rumah sederhana yang kita anggap belum berjalan maksimal,” tambahnya.

Baca Juga  Definitifkan Kampung Persiapan Butuh Keseriusan Bupati

Hal senada turut disampaikan Sekretaris Komisi D DPRK Aceh Tamiang, Irma Suryani, M.Kes, yang dihubungi Penanegeri.com secara terpisah mengatakan, pemerintah kabupaten (pemkab) Aceh Tamiang diduga kuat hingga kini belum mengerjakan pembangunan fisik proyek rumah sangat sederhana (RSS) untuk masyarakat kurang mampu di 12 Kecamatan di daerah itu.

Pihaknya juga mendapat informasi bahwa pengadaan barang dan jasa proyek RSS tahun 2017 tersebut berada di pos Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Tamiang. Namun, dikabarkan mekanisme pelelangan proyek dimaksud sempat dilakukan tender ulang dikarenakan adanya kesalahan teknis masalah tipe dari 54 ke 36.

“Akibat dilakukan dua kali tender oleh Dinas PUPR, salah satu warga Desa Matang Tepah, Kecamatan Bendahara sebagai penerima manfaat sempat menjadi korban dan nasibnya terkatung-katung karena lambatnya pelaksanaan proyek tersebut. Sebab, setelah rumah lawasnya dibongkar, namun pembangunan rumah bantuan untuk warga miskin tersebut tidak kunjung dibangun,” jelasnya.

Sangat disayangkan, sambung Irma, hingga September 2017 proyek bantuan rumah bagi warga marginal belum bisa diwujudkan oleh Pemkab Aceh Tamiang. Padahal waktunya pengerjaannya tinggal tiga bulan lagi.

“Jangan sampai, seluruh anggaran proyek sudah mati di bulan Desember 2017 nanti, proyek RSS di Tamiang belum selesai dikerjakan dan terjadi perpanjangan waktu, masyarakat lah yang akan menjadi korban,” sesalnya.

Baca Juga  Polsek Bendahara Ciduk Empat Pejudi Batu Dam

Penelusuran awak media dilapangan menyebutkan, terkait kesalahan teknis dilakukannya tender ulang proyek RSS hingga dua kali, tapi tidak ada pihak yang bisa dimintai keterangan lebih komprehensif, termasuk pihak Unit Layanan Pelelangan (ULP) Pemkab Aceh Tamiang yang di Ketuai oleh Ikhsan. Bahkan Dinas PUPR setempat juga terkesan menutup-nutupi informasi kepada publik.

Sementara itu, pengumuman yang ditayangkan melalui situs resmi LPSE Aceh Tamiang menampilkan, proyek RSS dimaksud sudah ada pemenangnya dan anggaran untuk pembangunan paket proyek dimaksud sebesar Rp 1,2 miliar/Kecamatan, atau dalam satu Kecamatan mendapatkan kuota rumah sebanyak 13 unit.

Kadis PUPR Aceh Tamiang, Syamsuri, SE melalui Kabid Perumahan Rakyat, Subhan, ST yang dikonfirmasi wartawan, Selasa (5/9) melalui telepon selular membantah hal tersebut. Ia menyatakan, proyek pembangunan rumah sangat sederhana (RSS) sudah dilakukan dan realisasi dilapangan sudah tahap pembuatan/pengecoran fondasi.

“Kontrak kerja sudah selesai semuanya dan jumlah rumah yang dibangun sekitar 156 unit dengan sumber dana Otonomi Khusus (Otsus) 2017,” terang Subhan.

Baca Juga  Pekerja Warkop Pelangi Aceh Tamiang Meregang Nyawa di Kamar Mandi

“Untuk pembangunan RSS dari sumber dana APBK Aceh Tamiang 2017 berjumlah sekitar tujuh unit memang belum dikerjakan karena masih dalam tahap pembuatan perencanaan,” lanjutnya.

Sangat ironis saat pernyataan Kabid Perumahan Rakyat, Subhan dinilai berbanding terbalik dengan informasi dan fakta lapangan yang disampaikan oleh sejumlah Camat, seperti di Kecamatan Tenggulun, Bendahara, Kejuruan Muda dan Manyak Payed. Para Camat  menyebutkan, bahwa pembangunan rumah sederhana di masing-masing kecamatan tersebut secara fisik belum dikerjakan.

“Kemungkinan besar proyek itu juga belum berjalan fisiknya untuk 12 kecamatan yang lain,” sebut salah seorang Camat yang enggan disebutkan namanya.

Salah seorang warga Kecamatan Seruway, yang tahun ini mendapat bantuan rumah sederhana juga merasa heran belum ada tanda-tanda rumahnya yang sudah reot akan dibangun baru. Hal itu menjadi tanda tanya besar baginya karena pembangunan proyek rumah sederhana sangat lama dilaksanakan.

“Rumah bantuan itu diberikan untuk peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat kurang mampu yang sangat mendambakan bantuan rumah yang layak huni,” tuturnya dengan nada pasrah.

Komentar

Berita Terbaru