oleh

PT KAI Biarkan Tanahnya Digunakan untuk Pembakaran Kayu Ilegal Loging

-Aceh-99 views

PENANEGERI, Langsa – PT Kereta Api Indonesia (KAI) diduga membiarkan aset tanahnya di Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, digunakan untuk kegiatan pembakaran kayu illegal loging (kayu manggrove).

Hal ini dapat dilihat dari berdirinya sejumlah dapur arang di tanah bekas rel kereta api PT KAI di gampong tersebut atau tepatnya di ujung jembatan jalan nasional berbatasan dengan Gampong Sungai Lueng.

Direktur LSM Bale Juroeng, Iskandar Haka menyampaikan, kegiatan ilegal itu sudah puluhan tahun, namun selama ini PT KAI terkesan tutup mata dan membiarkan tanah bekas rel kereta api miliknya di Gampong Kapa, dijadikan bangunan dapur arang sebagai tempat pembakaran kayu ilegal loging.

“Aktivitas pembakaran kayu ilegal loging (kayu bakau) di dapur arang yang disinyalir milik oknum cukong di Sumut ini, selama puluhan tahun terus beroperasi. Sedangkan warga setempat hanya pekerja,” ujarnya.

Lanjutnya, dengan dibiarkannya aset tanah mereka dipakai untuk bangunan dapur arang, PT KAI diduga tidak mendukung upaya Pemerintah Aceh dan Pemko Langsa menghentikan penebangan pohon manggrove di kawasan pesisir.

Baca Juga  Temukan Jodoh, Walikota Langsa Menikah Minggu Depan

Sementara itu, ironisnya, ketika tanah bekas rel kereta api yang berada disepanjang Gampong Blang Peseh, Tualang Teungoh, Paya Bujok Beuramo, Paya Bujok Seleumak, dan lainnya hendak digunakan Pemko Langsa membangun jalan, PT KAI hingga sekarang tidak memberikan izin.

Padahal, pengaspalan jalan elak (jalan dua jalur) di kawasan Kecamatan Langsa Baro tersebut berfungsi untuk mengurai kepadatan Jalan A Yani yang telah direncanakan pemerintah sejak tahun 2016.

“Untuk kegiatan pembakaran kayu ilegal loging (dapur arang) di Gampong Kapa itu mereka biarkan. Sementara untuk pembangunan demi kepentingan masyarakat banyak mereka (PT KAI) tidak setuju,” tegasnya.

LSM Bale Juroeng meminta pihak PT KAI harus bijak menyikapi persoalan ini, dan menerbitkan izin pemakaian aset tanah bekas rel kereta api dibangun jalan elak pemerintah daerah setempat

“Bale Juroeng juga meminta PT KAI agar melarang aset tanah mereka di Gampong Kapa itu dijadikan tempat berdirinya dapur arang, yang beraktivitas selama ini sebagai tempat pembakaran kayu ilegal loging,” tambahnya.

“Kita sangat mendukung Pemko Langsa segera melanjutkan pengaspalan jalan elak atau jalan dua jalur di Kecamatan Langsa Baro ini. Dinas PUPR jangan ragu lagi menerus pembangunan jalan ini,” pungkas Iskandar.

Komentar

Berita Terbaru