oleh

PT PIM Bertanggung Jawab Terhadap Warga yang Terpapar Amonia

-Aceh-20 views

PENANEGERI, Aceh Utara – warga Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit karena terpapar Amonia PT PIM (Pupuk Iskandar Muda). Mereka dirujuk ke RS milik perusahaan tersebut sejak Kamis (15/11) lalu.

Kejadian ini juga pernah dialami warga sekitar perusahaan beberapa waktu lalu. Saat Amonia itu bocor, warga sekitar lingkungan perusahaan akan otomatis terhirup udara tersebut.

Manajer Humas PT PIM, Zulfan Effendi mengaku, pihak perusahaan saat ini telah menangani belasan warga yang terhirup Amonia tersebut secara medis di RS Prime PT PIM.

Menurutnya, petugas LH PT PIM langsung memeriksa lingkungan setelah mendapat informasi itu dan hasil pemeriksaan pada saat itu kadar ammonia di bawah ambang batas.

“Kami tetap bertanggung jawab untuk memeriksa ulang terhadap seluruh masyarakat yang masih membutuhkan tindakan pemeriksaan medis lanjutan. Saat ini seluruh masyarakat telah diantar kembali oleh PT PIM ke rumahnya masing-masing pada hari,” ujar Zulfan Effendi kepada Penanegeri.com, Sabtu (17/11).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, jumlah warga yang terhirup Amonia perusahaan vital tersebut berjumlah 33 orang. Namun setelah diverifikasi kembali, jumlah yang harus ditangani medis berjumlah 7 orang. Empat perempuan dewasa, satu pria dewasa dan dua anak-anak.

“Untuk diketahui, saat ini pabrik dalam keadaan tidak beroperasi karena sedang dilakukan perbaikan tahunan. Jadi, dalam rangka perbaikan tahunan tersebut juga dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi seluruh peralatan yang berada di pabrik. Salah satu bentuk pemeriksaan kondisi peralatan itu adalah dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap tanki ammonia,” terang Zulfan.

Kemungkinan bau Amonia keluar saat pemeriksaan tankinya. Sebab menurutnya, sebelum pemeriksaan dilakuan, maka harus dilakukan pengosongan tanki. Sisa ammonia yang berada di dalam tanki diencerkan dengan air sebelum dialirkan ke kolam penampungan limbah untuk dilakukan penetralisir.

“Proses netralisir yang dilakukan di kolam penampungan limbah dilakukan dengan cara sirkulasi. Atas proses sirkulasi tersebut terdapat bau ammonia yang terbawa oleh angin dan tercium oleh masyarakat yang bermukim dekat pagar pabrik PIM,” pungkas Zulfan Effendi.

Komentar

Berita Terbaru