oleh

Puluhan Hektar Kebun Sawit dan Palawija Dirusak Gajah Liar di Aceh Utara

-Aceh-162 views

PENANEGERI, Aceh Utara – Puluhan hektar kebun kelapa sawit dan palawija di wilayah Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara dirusak gajah liar beberapa hari yang lalu. Permasalahan tersebut sudah dilaporkan Muspika setempat ke pihak kabupaten.

Camat Simpang Keuramat, Iskandar S, STP kepada Penanegeri.com, Minggu (13/1) mengatakan, puluhan hektar kebun tanaman kelapa sawit yang diobrak-abrik kawanan gajah liar itu meliputi 4 hektar kebun milik petani dan sekitar 40 hektar lainnya milik PT Bumo Tari.

“Yang 4 hektar itu milik empat petani di Gampong Simpang Jambe, meliputi empat orang petani. Di dalamnya ada tanaman sawit dan palawija. Sedangkan 40 hektar lainnya milik perusahaan itu (PT Bumo Tari),” kata Iskandar.

Menurut estimasi Iskandar, kawanan gajah liar yang berjumlah puluhan ekor itu saat ini masih berada di kawasan hutan belantara Simpang Keuramat. Sedangkan di kawasan kebun petani 4 hektar itu, kawanan gajah diperkirakan berjumlah sekitar tiga ekor dan masih berada di sana.

“Untuk kondisi sekarang ini sudah kita update karena mengalami kendala pada sinyal Hp. Masalah ini sudah kita laporkan kepada pemerintah kabupaten melalui Dinas Perkebunan dan mereka tentunya punya tim tersendiri di kabupaten untuk menanggulangi gajah ini,” terangnya.

Baca Juga  Kawanan Gajah Masih Bertahan di Dusun Krueng Bare

Iskandar menambahkan, tanaman kelapa sawit dan palawija di kebun yang diobrak-abrik kawanan gajah liar tersebut rata-rata masih berumur muda tanaman atau belum berbuah. Ia meyakini kawanan binatang berbelalai ini merusak kebun tanaman masyarakat karena alasan klasik yaitu habitatnya terganggu.

“Ya kemungkinan habitatnya terganggu. Karena di pedalaman sana lahan-lahan hutan rata-rata sudah jadi kebun kelapa sawit. Permasalahan ini baru terjadi di tahun 2019, sebelumnya tidak ada. Kawanan gajah itu kan berpindah-pindah. Bisa jadi nanti berpindah ke kecamatan tetangga atau ke daerah lain,” timpalnya.

Iskandar sangat berharap kasus tersebut dapat segera diminimalisir oleh pihak-pihak tertentu supaya kawanan gajah tidak sampai mengobrak-abrik hingga ke pemukiman warga. Untuk saat ini, Muspika terus melakukan pemantauan di kawasan tersebut hingga benar-benar teratasi.

Komentar

Berita Terbaru