oleh

Puluhan Nelayan Aceh Barat Jual Perahu Sebagai Wujud Solidaritas

PENANEGERI, Meulaboh – Puluhan Nelayan Tradisional di wilayah perairan Tgk Cik Dirundeng Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat melakukan aksi jual perahu, Selasa (25/4).

Aksi tersebut dilakukan sebagai protes lanjutan dan bentuk solidaritas terhadap penahan enam nelayan oleh Polisi Perairan (Polair) Polda Aceh (28/3) silam, dengan tuduhan menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai dengan aturan.

Panglima Laot Tgk Cik Dirundeng, Zainal Abdin kepada awak media di lokasi penjualan perahu, Selasa (25/4), menyampaikan rasa kekecewaan kepada pemerintah.

“Kita melakukan aksi jual perahu hari ini, dengan harga yang bervariasi sekitar 80 juta sampai 90 juta” paparnya.

Akibat Aksi jual perahu yang dilakukan nelayan berdampak pada tertutupnya muara penghubung sehingga tidak bisa digunakan sebagai akses keluar masuk perahu nelayan yang ingin menuju ke tempat pelelangan Ikan (TPI) Meulaboh dan kegiatan nelayan nelayan lumpuh total.

Informasi yang dihimpun Penanegeri.com, pada aksi protes sebelumnya, ratusan nelayan tradisional diwilayah itu sudah melakukan mogok total melaut selama dua hari di wilayah perairan setempat.

Baca Juga  Puluhan Nelayan Seruway Bakar Kapal Pukat Harimau

Selanjutnya, sekitar pukul 11.30 WIB, aksi berlanjut dari lokasi penjualan perahu menuju Kantor DPRK Aceh Barat untuk menuntut pemerintah Aceh Barat meninjau ulang bentuk pelanggaran, serta proses penangkapan harus sesuai dengan peraturan adat hukum laot yang telah di buat oleh pemerintah Daerah. [PN 0007]

Komentar

Berita Terbaru