oleh

Putri Gayo Lues, Lulusan Terbaik IPDN Jadi ASN Inspiratif Nasional 2018

-Aceh-1.475 views

Putri terbaik dari Kabupaten Gayo Lues, yang juga salah satu lulusan terbaik IPDN dimasanya, Sartika Mayasari, S.STP, M.A, masuk dalam kategori 15 besar Anugerah ASN Nasional 2018 nominasi PNS Inspiratif.

Sartika Mayasari yang kini menjabat sebagai Kepala BKPSDM Gayo Lues, mengawali pendidikan tinggi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Ia merupakan salah satu lulusan terbaik IPDN yang paling inspiratif.

Secara karier, ia mampu mencapai Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dalam usia yang masih relatif sangat muda. Beragam inovasi telah dilakukan dan berhasil membawa kemajuan dan dampak positif bagi kehidupan masyarakat dan pemerintahan daerah Kabupaten Gayo Lues. Capaian luar biasanya, yakni saat dirinya menjabat sebagai Camat di Kecamatan Blangkejeren.

Saat itu, Sartika mampu mengubah stigma buruk yang disematkan pada Kampung Agusen yang terletak di wilayah pemerintahan Kecamatan Blangkejeren. Ia juga mampu mengubah aspek sosial masyarakat, mengangkat dan mengubahnya menjadi potensi wilayah, yang sampai saat ini masih dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Sejak zaman kolonial Belanda, Kampung Agusen merupakan daerah “buangan” bagi penderita penyakit Kusta. Hal ini menyebabkan daerah ini kurang terekspos dari semua sisi, termasuk kehidupan masyarakatnya.

Padahal, Kampung Agusen dikelilingi kawasan perbukitan Gunung Leuser dengan sejuta keindahan dan keanekaragaman flora dan faunanya. Terlebih, daerah ini juga menjadi surganya penikmat ganja. Entah sejak kapan dan entah dimulai dari siapa, tapi ganja Agusen merupakan salah satu produk ganja kualitas terbaik yang terkenal seantero dunia.

Baca Juga  Ini Penjelasan BKPSDM Gayo Lues Terkait Ujian CPNS

Bahkan tak jarang, seorang ibu terlihat turut bergelut dalam memproses barang haram itu, sehingga pemadandangan tersebut menjadi lazim. Warga setempat selalu berdalih masalah ekonomi sebagai penyebabnya. Puncaknya ketika temuan ratusan hektar ladang ganja yang menghampar di perbukitan sekitar Kampung Agusen.

Pemerintah Daerah bukannya tanpa usaha. Banyak cara sudah dilakukan untuk mengubah paradigma masyarakat tentang ganja, mulai dari pemberian modal, pelatihan, dan lain-lain.

Namun hampir semua yang dilakukan sia-sia. Masyarakat seolah-olah resisten terhadap perubahan ini, karena Ganja sudah menghidupi masyarakat secara turun temurun.

Pun demikian, sebagai Camat Sartika Mayasari tak patah arang dan mencoba melibatkan berbagai elemen untuk mengubah stigma itu. Hal ini dilakukan karena terinspirasi dari daerah lain. Alhasil, dirinya berhasil mengubah Kampung Agusen menjadi Kampung Inggris, yang menyuguhkan sejuta keindahan dengan bentangan alam ditengah kawasan
ekosistem leuser.

Untuk lebih menarik pengunjung, Ia juga bekerjasama dengan sejumlah pengusaha kopi, untuk mengembangkan kawasan perkebunan kopi yang sampai kini menjadi salah satu komoditas Agusen yang diperhitungkan. Pun demikian, usaha ini bukan tanpa penolakan.

Akan tetapi, dengan pendekatan yang dilakukannya kepada masyarakat baik secara sosial maupun cultural, membuat masyarakat menerima perubahan yang ditawarkan.

Baca Juga  Ini Penjelasan BKPSDM Gayo Lues Terkait Ujian CPNS

Saat ini, Kampung Agusen sudah menjadi salah satu pilihan pewisata lokal dan luar daerah untuk sekedar menikmati air sungai yang sejuk, udara yang segar serta pemandangan yang indah.

Kini, Agusen tidak lagi dipandang sebagai daerah “buangan”. Tidak ada lagi penderita kusta. Bahkan secara perlahan, perkebunan Ganja sudah berubah menjadi kopi, sehingga kehidupan sosial masyarakat juga semakin baik.

Mengubah kultur dan paradigma masyarakat bukanlah hal yang mudah, terlebih pada masyarakat yang secara geografis, wilayahnya terletak jauh dari kota dan masih asing dengan kultur modern dan terbuka.

Terlebih sebagai seorang perempuan, tidaklah mudah menjadi Camat jika ditempatkan di daerah seperti ini. Akan tetapi, Sartika Mayasari mampu menjawabnya dengan aksi yang sangat luar biasa.

Sebagai Putri asli Daerah Dataran Tinggi Gayo ini, apa yang telah dilakukannya sangat menginspirasi dan mampu membawa perubahan signifikan. Bukan hanya pada masyarakat Agusen, namun juga pada masyarakat Gayo khususnya, Indonesia bahkan dunia.

Mungkin ia tidak menemukan teknologi nuklir yang mampu mengubah dunia, tapi perubahan kultur dan sosial masyarakat sangat terasa.

Itulah sosok Sartika Mayasari seorang ASN inspiratif yang dibutuhkan Indonesia dan layak mendapat apresiasi agar semakin menginspirasi ASN lainnya, sebagai motor perubahan yang berani, merakyat dan bekerja secara nyata.

Saat dihubungi Penanegeri.com, Selasa (13/11) Sartika Mayasari sempat menguraikan, bagaimana saat dirinya mengabdi selama 3,3 tahun menjadi Camat di Kecamatan Blangkejeren. Khususnya dalam penanganan Kampung Agusen dengan berbagai problema masyarakatnya.

Baca Juga  Ini Penjelasan BKPSDM Gayo Lues Terkait Ujian CPNS

“Kampung Agusen menjadi daya tarik tersendiri bagi saya, selain tempatnya berada dilembah Gunung Leuser, aliran sungai yang ada juga menjadi kekayaan yang luar biasa bagi saya, karena itu, patut kita syukuri sebagai nikmat yang tiada tara,” ungkapnya.

Sartika juga sempat menjelaskan, Kampung Agusen yang kini sudah menjadi salah satu objek wisata andalan di Gayo Lues, memiliki jumlah penduduk sekitar 755 jiwa, dengan 250 Kepala Keluarga. Bahkan, Desa ini memiliki Empat Dusun.

“Walau dulu Agusen dikenal dengan produk ganja dengan kualitas nomor wahid di dunia, tetapi kondisi itu kini sudah jauh berbeda, sebelum desa tersebut menjadi perhatian pemerintah. Kondisi ini tentu harus terus kita pelihara,” pinta Sartika.

Kendati demikian, Sartika juga mengakui, perubahan yang tumbuh dalam diri Kampung Agusen, bukan hanya terletak pada dirinya dan pemerintah, melainkan banyak pihak yang ikut membantu, sehingga Kampung Agusen kini menjadi destinasi wisata alam unggulan Gayo Lues.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu merubah julukan Kampung Agusen dari sarang ganja menjadi Kampung Inggris dan menjadi salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, baik dalam maupun luar daerah,” pungkas Sartika Mayasari diujung selulernya.

Komentar

Berita Terbaru