oleh

Putusan Wasit Hakim Tinju di PORA Curang, Bireuen Ajukan Surat Protes

-Aceh-73 views

PENANEGERI, Aceh Besar – Akibat curangnya putusan hasil pertandingan atlet Bireuen yang dilakukan wasit hakim cabang tinju di Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-13 di Jantho Aceh Besar. KONI dan tim tinju Bireuen layangkan surat keberatan, Jumat (23/11) malam.

Surat keberatan dan pengajuan protes itu ditandatangani Ketua Umum Pertina Bireuen, Lettu CPM Muliadi serta mengetahui Ketua Harian KONI Bireuen, Drs Murdani itu diajukan kepada bagian seksi pertandingan tinju, tembusan Ketua Umum PP PORA ke-13 Aceh Besar dan Ketua Pertina Aceh.

Menurut data yang diterima Penanegeri.com, ada 5 poin yang diajukan dalam surat itu, salah satunya, pengumuman wasit hakim pada pertandingan antara petinju Bireuen, M Sadikin  dan Saladin dari Pidie Jaya kelas 49 Kg terjadi konteversi.

Dalam surat itu dituliskan, pihaknya mengajukan protes melalui panitia seksi pertandingan, terutama penilaian wasit hakim 3, atas nama Indra Faisal dari Kota Banda Aceh, karena secara mutlak selama tiga ronde, memenangkan serta memberi angka 10 untuk petinju Pidie Jaya, Saladin.

Baca Juga  Putusan Wasit Hakim Tinju Korbankan Atlet Bireuen PORA di Aceh Besar

Di poin ke 3 dituliskan, dari informasi yang diterima, wasit tersebut kurang disiplin, dan patut diduga menggunakan obat terlarang (narkoba), sehingga tidak layak ditunjuk sebagai wasit hakim pada even besar PORA.

Untuk membuktikan hal itu, diminta seksi pertandingan tinju melalui seksi kesehatan melakukan tes urine kepada bersangkutan yakni wasit hakim, Indra Faisal.

Lalu, sambil menunggu hasil resmi tes urine dan pemeriksaan hasil jalannya pertandingan, diminta agar hasil pertandingan tersebut dibatalkan.

Ditempat terpisah, ketua pelatih tinju Bireuen, Joniful Bahri didampingi asisten pelatih, Ari Kurniawan mengaku sangat kecewa dengan perilaku oknum wasit hakim tersebut.

“Kalau begini tabiat dan prilaku wasit hakim tinju Aceh, maka tinju di Aceh tidak akan pernah maju dan berkembang,” katanya.

Begitu juga, Ia meminta PB Pertina pusat mengevaluasi kejadian ini, apa lagi bila oknum wasit hakim itu diduga ikut terlibat narkoba di dunia olahraga.

“Yang anehnya, selama pertandingan tinju PORA di Aceh Besar ini ada Supervisor, Asril Goce dari PB Pertina Pusat, tapi kenyataannya Ia tak mampu berbuat apa-apa,” tegas Joniful Bahri.

Komentar

Berita Terbaru