oleh

Rabat Beton Dibongkar, Warga Perdamaian Protes

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Pembongkaran fisik jalan rabat beton menggunakan alat berat di Gang Bhakti, Desa Perdamaian, Kecamatan Kota Kualasimpang,  Aceh Tamiang, ditolak oleh warga setempat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Perdamaian (FMPP).

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, proses pengerjaan proyek ADD tersebut telah merusak pagar dan fasilitas rumah warga, sebab dilakukan menggunakan alat berat loader. Namun, jalan rabat beton yang masih bagus di Gang Bhakti tersebut dibongkar dan digantikan dengan paving blok. Disisi lain warga sekitar kecewa tidak mendapat pekerjaan karena tidak diberdayakan.

Salah seorang warga yang tergabung dalam FMPP, Usman (60) bersama sejumlah warga kepada awak media, Kamis (21/9) di Kualasimpang mengatakan, pekerjaan proyek ADD itu dinilai sangat merugikan masyarakat.

“Proyek itu juga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terangnya.

Usman mengungkapkan, didalam Permendes petunjuk teknis ADD dan Kotaku, dijelaskan bahwa proyek tersebut lebih mengutamakan swakelola dan swadaya masyarakat yang bertujuan untuk mensejaterahkan masyarakat desa. Ia juga menyesalkan pihak desa mendatangkan alat berat untuk membongkar rabat beton di gang-gang sempit permukiman padat penduduk yang membuat pagar milik warga hancur dihantam loader.

“Kita menolak alat berat digunakan untuk kerjakan proyek ADD skala kecil karena itu tidak dibenarkan,” ujarnya.

“Apalagi proyek paving blog itu dikerjakan oleh warga luar dengan cara borongan. Jadi masyarakat kampung hanya sebagai penoton saja,” tambahnya.

Menurut Usman, sebagai masyarakat yang tergabung dalam forum, dirinya tidak pernah di undang secara resmi oleh perangkat desa untuk mengikuti musyawarah di desa.

“Padahal undangan tersebut di atur dalam Permendes Nomor 02/2015, tapi tidak pernah sampai kepada kami,” sesalnya.

Protes serupa juga disampaikan Syabaruddin terhadap Kepala Desa Perdamaian. Dia merasa heran dengan sikap datok penghulu (kades) Perdamaian, Husein Daud yang dianggap semena-mena terhadap warganya. Bahkan datok terkesan melecehkan warganya.

Perdamaian

Pasalnya, tiap kali melakukan musyawarah, salalu yang di undang kerabat dan orang-orang dekat datok, namun tidak begitu faham tentang persoalan dana ADD dan Kotaku.

Sabaruddin menjelaskan, jalan rabat beton yang dibongkar di Gang Bhakti usianya baru dua tahun dibangun dan kondisinya masih layak, namun kini sudah dihancurkan dan diganti paving blok.

Pembongkaran jalan rabat beton tidak hanya terjadi di Gang Bhakti, di Gang Haji Uyub desa yang sama juga dibongkar habis berubah menjadi paving blok.

“Termasuk jalan Gang Bhakti sepajang 228 meter sekarang dibongkar dibuat jalan paving blok yang tingkat ketahanannya masih diragukan,” paparnya.

Masyarakat menilai pekerjaan proyek tersebut mubazir dan terkesan menghabur-hamburkan uang ADD.

“Kami mengharapkan agar persoalan ini dapat ditinjau ulang oleh pihak yang berkompeten, sehingga dana desa dan Kotaku benar-benar bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Desa Perdamaian.

Sementara itu, Datok penghulu Desa Perdamaian, Kualasimpang, Husein Daud yang dihubungi awak media mengatakan, pembangunan jalan menggunakan alat berat merupakan usulan dan pilihan warga yang diberikan kepercayaan untuk mengerjakannya. Sebelumnnya usul menggunakan tenaga manual sudah disampaikan, namun dengan anggaran hanya sebesar Rp 13 juta dinilai tidak memadai untuk pekerjaan membongkar jalan rabat beton.

“Sehingga diambil kebijakan menggunakan alat berat agar pekerjaan lebih cepat, karena jalan itu akses utama warga Gang Bhakti,” terang Husein.

Pembangunan jalan paving blok di Gang Bhakti, lanjut Husein, berdasarkan usulan warga dan sudah melalui mekanisme penganggaran APBdes 2017. Beberapa warga desa dan MDSK pernah diundang untuk membahas bersama-sama apa yang menjadi prioritas pembanggunan di desa ini.

“Jadi, semua rencana pembangunan sudah melalui musyawarah di desa,” tandasnya seraya menambahkan, bagi rumah warga yang terkena dampak kerusakan berat maupun ringan akan diperbaiki.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *