oleh

Rafael Nadal Ungkap Inspirasi Untuk Jadi Nomor Satu Dunia

PENANEGERI, Tenis – Rafael Nadal kembali sebagai petenis nomor satu dunia bulan lalu setelah Roger Federer mengundurkan diri dari Cincinnati Masters.

Ini adalah peningkatan yang luar biasa bagi si petenis asal Spanyol, yang akan bersaing dengan Lucas Pouille di China Terbuka tengah pekan ini.

Dia telah berusaha untuk mengatasi cedera lutut sejak pertama kali mencapai puncak peringkat dunia di tahun 2008. Namun kembalinya tahun ini, ditambah dengan kebangkitan Roger Federer, telah membuktikan dirinya masih bisa bersaing dengan yang terbaik.

Dan sementara Nadal mengakui bahwa dia merasa sulit mengatasi cedera, dia terus berusaha agar dia selalu meninggalkan semua masalah ketika ada di lapangan.

“Saya mengalami beberapa cedera, tapi bagusnya saya tetap memiliki semangat untuk pertandingan dan cinta akan apa yang saya lakukan dan semangat mengatasi situasi sulit dalam hal masalah fisik. Tentu saja ini tentang semangat perbaikan, dimana setiap hari saat saya bangun, pergi ke lapangan dengan tujuan melakukan sesuatu yang lebih baik daripada yang sedang saya lakukan,” kata  Rafael Nadal dilansir ESPN, Senin (2/10).

“Saya mempertimbangkan beberapa hal dan mencoba membangkitkan apa yang hilang sebelumnya, tentu itu adalah pekerjaan sulit, tapi saya senang karena pada akhirnya saya bisa tampil lebih baik dan memiliki rasa percaya diri cukup tinggi,” tambahnya.

Akhir pekan ini melihat beberapa adegan kekerasan terjadi di Spanyol saat referendum Catalan yang mengakibatkan bentrokan dengan para pemilih suara dan polisi. Nadal juga mengatakan bahwa negaranya telah menyajikan citra ‘negatif’ tentang dirinya sendiri.

“Saya ingin menangis ketika melihat sebuah negara di mana kita tahu bagaimana hidup berdampingan dan menjadi teladan yang baik bagi dunia sampai situasi seperti ini terjadi. Saya pikir citra yang kita hadirkan ke dunia ini benar-benar negatif. Saat yang menyedihkan, hati saya seperti tenggelam sepanjang hari. Apalagi dari sini, dari jauh, Anda mengalaminya secara berbeda,” lanjut Nadal.

“Saya telah menghabiskan banyak bagian hidup saya di Catalonia, berbagai momen penting, dan untuk melihat masyarakat diperlakukan seperti itu tentu begitu mengejutkan saya,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *