oleh

Ratas Soal Jateng dan Jatim, Pemerintah Ingin Pastikan Arus Investasi Yang Masuk Lebih Mudah

PENANEGERI, Bogor – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, dipilihnya percepatan pembangunan di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) sebagai fokus rapat terbatas, karena pemerintah ingin mendorong investasi dan ekspor di daerah itu.

“Selama ini yang namanya industri manufaktur, kawasan industri kebanyakan di Jakarta dan sekitarnya. Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Nah, padahal dengan kita ingin menarik investasi lebih banyak, maka perlu diversifikasi lokasi juga. Termasuk yang sekarang sedang mulai meningkat adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Bambang kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/7) sore.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjawab wartawan usai mengikuti rapat terbatas, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (9/4) sore. (Foto: AGUNG/Humas)

Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas itu, pemerintah ingin memastikan arus investasi yang masuk itu menjadi lebih mudah mencari lokasi di dua provinsi tersebut dengan daya dukung yang sudah dimiliki, termasuk infrastruktur.

“Jadi, kita juga melihat infrastruktur apa yang dibutuhkan agar investasi dan ekspor dari kedua daerah itu lancar,” terang Bambang.

Tidak Semua APBN

Menyinggung mengenai arahan Presiden, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengemukakan, Presiden meminta para gubernur agar fokus pada pengembangan beberapa kawasan di provinsinya masing-masing, yang nantinya bisa mendorong lebih banyak investasi yang masuk ke Indonesia, terutama ke provinsi tersebut dan juga dari kegiatan di kawasan tersebut.

Diharapkan nantinya ekspor juga lebih terdorong.

Untuk Jawa Tengah, menurut Bambang, fokusnya pada tiga daerah, yaitu kawasan industri di Brebes, kawasan industri di Kendal, dan ketiga kawasan pariwisata Borobudur.

Ia menyebutkan, “Gubernur Jawa Tengah menyampaikan beberapa hal yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat, khususnya adalah penetapan tata ruang, terutama untuk kawasan Brebes, kemudian percepatan infrastruktur konektivitas di kawasan Borobudur, serta yang ketiga adalah penguatan atau penambahan kapasitas dari Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang dalam rangka mendukung kawasan industri Kendal. Ya, itu yang Jawa Tengah,” jelasnya.

“Sedangkan yang Jawa Timur, fokus yang pertama adalah penyelesaian kilang minyak di Tuban, yang masih menunggu penyelesaian lahan. Kemudian pengembangan kawasan wisata Bromo, Tengger Semeru, dimana master plan-nya sedang dipersiapkan oleh pemerintah pusat dan diharapkan infrastruktur pendukungnya pun segera dikerjakan. Dan yang ketiga adalah pengembangan kawasan metropolitan Surabaya dan sekitarnya, atau yang biasa dikenal sebagai Gerbang Kertasusila,” lanjutnya.

Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas itu, Gubernur Jawa Timur mengharapkan di daerah-daerah yang termasuk Gerbang Kertasusila sudah tersedia konektivitas yang baik, khususnya yang terkait dengan angkutan umum.

Sementara Menteri Perhubungan sudah menyampaikan kemungkinan pengembangan angkutan kereta, angkutan umum berbasis kereta, yang ada di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Mengenai alokasi anggaran, menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas, semuanya tergantung. Ia menunjuk contoh misalnya untuk perluasan pelabuhan di Tanjung Mas, Semarang, akan diusulkan kerja sama antara Pelindo dengan swasta.

“Jadi BUMN dengan swasta. Tidak ada urusan dengan APBN,” tegas Bambang.

Sedangkan untuk yang Brebes lebih kepada penetapan tata ruang. Jadi tidak ada kaitannya dengan APBN.

Sementara untuk Borobudur pun ada konektivitas yang dibangun dengan APBN, misalkan dari bandara Kulon Progo ke Borobudur.

“Tapi ada juga yang dikerjakan jalan tol, baik dari Bawen ke Jogja, maupun Jogja – Solo,” sambung Bambang. (Rilis/Red/AIT/AGG/ES)

Komentar

Berita Terbaru