oleh

Ratusan Tewas dalam Serangan di Pangkalan Udara Brak al-Shati Libya

PENANEGERI, Desk Internasional – Dilaporkan setidaknya sejumlah 140-an orang korban yang terdiri dari tentara dan warga sipil tewas dalam sebuah serangan di sebuah pangkalan udara Brak al-Shati di wilayah Libya selatan.

Baik pihak Government National Accord (GNA) dan kementerian pertahanan, sebelumnya telah mengutuk serangan tersebut dan mengatakan bahwa mereka tidak memerintahkan tindakan semacam itu.

Serangan terhadap sebuah pangkalan udara di selatan Libya yang telah membunuh 140-an orang, sebagian besar tentara yang setia kepada pasukan militer Khalifa Haftar, seorang juru bicara pasukannya mengatakan hari jumat (19/5).

Serangan tersebut dilancarkan Kamis siang di pangkalan udara Brak Al-Shati, yang sejak Desember berada di bawah kendali Tentara Nasional Libya (Libya national Army -LNA), menandingi pemerintah di Tripoli.

LNA, yang dipimpin oleh Jenderal Khalifa Haftar, tidak mengakui otoritas GNA.

Juru bicara LNA Ahmad al-Mesmari mengatakan bahwa korban termasuk warga sipil yang bekerja di pangkalan udara Brak al-Shati atau berada di daerah sekitarnya.

“Para tentara kembali dari sebuah parade militer, mereka tidak bersenjata, kebanyakan dieksekusi,” katanya.
GNA mengatakan dalam sebuah pernyataan akhir hari ini bahwa sebuah komisi penyelidikan telah dibentuk untuk menyelidiki serangan tersebut.

Baca Juga  Bandara Udara Benghazi, Libya Telah Dibuka Kembali

LNA tidak mengakui otoritas GNA, dan demikian pula sebaliknya.

Utusan PBB ke Libya pada hari Jum’at lalu menyuarakan kekhawatiran atas laporan serangan di basis tersebut, yang berjarak 650 kilometer selatan Tripoli.

“Saya marah dengan laporan jumlah korban tewas yang signifikan, termasuk warga sipil dan oleh laporan bahwa eksekusi singkat mungkin telah terjadi,” kata utusan PBB Martin Kobler dalam sebuah pernyataan. (*)

Komentar

Berita Terbaru