oleh

Red Bull Bantah Menyembunyikan Peningkatan Mesin pada Daniel Ricciardo

PENANEGERI, Formula 1 РRed Bull menegaskan bahwa tidak ada upaya untuk menjaga rahasia tentang peningkatan mesin Max Verstappen dari Daniel Ricciardo, meskipun pembalap asal Australia  tersebut tidak tahu apa-apa tentang hal itu sampai diberitahu oleh media.

Verstappen mendapatkan mesin baru Renault, yang masih pengembangan untuk musim 2018 di Grand Prix Amerika Serikat.

Perubahan tersebut diperkirakan unggul sampai 2/10 detik jika dikaitkan dengan pengembangan bahan bakar yang tepat, dan Ricciardo terkejut saat menjalani kualifikasi ketika diberitahu bahwa rekan setimnya memiliki keuntungan kinerja  mobil.

Kurangnya pengetahuan Ricciardo tentang situasi mesin mendorong teori konspirasi tentang Red Bull lebih menyukai Verstappen, terutama dengan kontrak baru pria asal Belanda itu.

Namun tim itu sendiri mengatakan tidak pernah memikirkan untuk menyebutkan peningkatan untuk mesin yang diberikan pada Ricciardo karena tidak percaya ada penambahan kinerja yang layak dari unit tenaga baru.

“Sangat sulit bagi kita untuk mengukur apa bedanya. Renault hanya membuat satu mesin tersedia untuk masing-masing tim dan Max dijadwalkan melakukan perubahan di sini. Jadi jelas masuk akal jika fokus pada mobilnya akhir pekan ini dan kemudian mendapat penalti. Niat dengan Daniel adalah tidak mendapat penalti sampai akhir musim,” kata Christian Horner (pimpinan Red Bull) seperti dilansir Motorsport, Rabu (25/10).

Berbicara tentang keterbukaan terhadap Ricciardo adalah upaya untuk menyembunyikan spesifikasi yang berbeda, Horner mengatakan, spesifikasi sebuah tim sangat marjinal. Kita tidak bisa mengukur perbedaannya.

“Ini ada di dalam flow meter bahan bakar, jadi semuanya sama saja,” tambanhya.

Ricciardo terpaksa absen pada Grand Prix Amerika Serikat setelah mesin Renault-nya mati saat mulai kehilangan minyak. Tanpa itu, Horner memperhitungkan bahwa pembalapnya akan meraih podium.

“Daniel kehilangan oli pada mesin dan kemudian masuk ke safe mode. Jadi saya berharap mesin itu bisa diselamatkan. Ini sangat memalukan karena dia ingin menyaingi Valtteri (Bottas) dan terlihat sangat kompetitif di awal balapan,” terangnya.

“Saya kira dia akan naik podium dengan sangat mudah, tapi akhirnya poin gagal didapat. Tapi ini akan jadi evaluasi kami untuk memaksimalkan mobil miliknya di sisa musim,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *