oleh

Rekan Abu Razak, Muhammad Taufik : Abu Hanya Sempat Bilang Polisi, Lalu Roboh Kena Tembakan

PENANEGERI, Bireuen – Seorang rekan Abu Razak, Muhammad Taufik bin M Husen (43) alias Taufiq selamat dari rentetan tembakan peluru pihak keamanan saat tragedi di Trieng Gadeng, Kabupaten Pidie Jaya.

Saat penghadangan di jembatan Gampong Keudee, Kecamatan Trienggadeng itu, Muhammad Taufik ikut berada dalam satu mobil Avanza bersama Abu Razak.

Ketika kontak tembak terjadi, dirinya selamat setelah tiarap dan berlindung di bawah jok kursi paling belakang, saat desingan peluru dimuntahkan ke arah mobil yang mereka tumpangi.

Sebelum digelarnya konfrensi pers di Polres Bireuen, Jumat (20/9), Penanegeri.com sempat melakukan wawancara singkat dengan Muhammad Taufik bin M Husen.

Dikatakanya, dalam perjalanan ke arah Banda Aceh, selain dirinya. Dalam mobil Avanza ada  Abu Razak, Zulfikar dan Wan Neraka serta Hamni sebagai sopir.

Kelima anggota KKB ini dipimpin Abu Razak melaju dengan mobil Avanza ke arah  Banda Aceh. Dalam perjalanan, Taufiq sendiri duduk di kursi paling belakang sementara Abu Razak duduk di depan.

Kejadianya, saat mobil sedang melaju di jalan nasional Medan – Banda Aceh, kawasan Trienggadeng, Pidie Jaya, lalu muncul mobil polisi dari arah belakang yang berusaha mendekati mobil kami.

Baca Juga  Perkosa Anak Tirinya Berulang Kali, Pria Ini Dibekuk Sat Reskrim Polresta Banda Aceh

“Mobil polisi muncul dari arah belakang. Polisi kemudian melepaskan tembakan bertubi-tubi ke arah mobil. Abu Razak hanya berteriak, Polisi. Abu Razak tak sempat melawan. Ia duluan kena tembak, saat membuka pintu mobil, Abu Razak langsung roboh ke atas badan jalan karena terkena tembakan,” ungkap Muhammad Taufiq.

Beberapa saat sebelum peristiwa itu, dirinya tengah memotong kayu di panglong kayu Gampong Ie Rhob, Simpang Mamplam Bireuen. Lalu ia ditelpon Hamni dan meminta menjemput Abu Razak di kebun jernang, kawasan Bukit Ceurana Ie Rhob, Simpang Mamplam.

Bahkan Ia dijanjikan uang Rp 500 ribu oleh Hamni, apabila sudah mengantar Abu Razak ke Trienggadeng dan uang Rp 500 ribu akan diberikan ketika sampai di sana.

Selanjunya Ia menjemput Abu Razak dan menyerahkan ke Hamni bersama dengan dua orang lainnya, yakni Zulfikar dan Wan Neraka dan kelima anggota KKB bergerak ke Banda Aceh hingga akhirnya dihadang di Tring Gadeng, Pidie Jaya, Kamis (19/9) sore.

Sementara itu, Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, M.Si kepada wartawan menjelaskan, dalam kasus ini, Muhammad Taufiq dalam kelompok Abu Razak memiliki peran sebagai pemantau di lapangan.

Baca Juga  Ini Penyebab Posmat Lanal Pusong Dirusak Massa

“Belakangan ini kalau ada polisi, maka Taufiq ini langsung menyampaikan laporan ke Hamni. Memang Taufiq dapat upah sebesar Rp 500 ribu. Tapi selama ini Taufik punya peran juga di lapangan, memantau situasi,” ujar Kapolres.

Kapolres Bireuen juga membantah, bahwa kalau saat kejadian kelompok Abu Razak cs tanpa memberikan perlawanan terlebih dahulu.

“Saat kejadian memang ada perlawanan. Saat sedang mengokang senjata, ternyata senjatanya sempat macet. Ini ada muntahan peluru dari kelompok mereka,” terang Kapolres sambil memperlihatkan bukti peluru dari senjata yang disita.

Menurutnya, tiga dari kelima anggota KKB itu meninggal di lokasi kejadian, selain Abu Razak, Zulfikar alias Wan Ompong, dan Hamni.

“Sedangkan Muhammad Taufiq selamat dari serbuan dan kini diamankan di Mapolres Bireuen untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkas Kapolres.

Diberitakan sebelumnya, empat orang terduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tewas, setelah terjadi kontak tembak dengan petugas di kawasan Tienggadeng, Pidie Jaya, Kamis (19/9) sore.

Komentar

Berita Terbaru