oleh

Rekan Seprofesi di Sidang, Wartawan Bireuen Gelar Aksi Tutup Mulut dengan Lakban di Pengadilan

PENANEGERI, Bireuen – Empati terhadap rekan seprofesinya yang sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bireuen, belasan wartawan setempat ikut melakukan aksi solidaritas dan melakukan aksi tutup mulut dengan lakban, Selasa (19/3).

Aksi tersebut dilakukan menyusul, wartawan media online realitas.com, M Reza (30) alias Epong Reza yang kini menjalani sidang lanjutan, terkait kasus laporan dugaan pencemaran nama baik seorang pengusaha, di Bireuen melalui medianya dan kini dijerat dengan UU ITE.

Bentuk aksi tersebut digelar di halaman depan PN Bireuen sebelum proses persidangan ketiga M Reza, dengan agenda mendengarkan tanggapan Jaksa Penuntut Umum  (JPU) terhadap wartawan Bireuen tersebut.

Mereka melakukan aksi dengan duduk, berdiam diri beberapa saat dengan menutup mulut dengan lakban. Sementara kartu pers, kamera dan tas diletakkan di depan peserta aksi.

Solidaritas tersebut tak hanya dilakukan wartawan di Bireuen, tetapi sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Insan Pers Gayo dari Bener Meriah dan Aceh Tengah juga ikut dalam aski itu.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen, Bahrul Walidin menyebutkan, aksi yang dilakukan ini merupakan bentuk dukungan dan solidaritas terhadap M Reza yang kini didakwa melakukan pencemaran nama baik, dan dijerat dengan Undang-Undang Informasi  dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca Juga  Intimidasi Saat Kampanye Pileg dan Pilpres 2019 Akan Ditindak

Menurut Pimred Metro Aceh itu, aksi itu bentuk solidaritas insan pers di Bireuen atas keprihatinan dengan kasus rekannya, M Reza (Epong Reza). Sebeb proses hukum tersebut terkesan sebagai suatu pembungkaman pers di Aceh, khususnya di Bireuen.

“Kami berharap, majelis hakim yang menangani perkara Epong Reza, dapat melihat kondisi ini sebagai persoalan pers. Dimana pada putusan sela nantinya, majelis hakim dapat menghentikan proses peradilan, serta mengembalikan penyelesaian persoalan kasus ini ke Dewan Pers yang merupkan ranahnya pers,” harap Bahrul Walidin.

Komentar

Berita Terbaru