oleh

Rektor IAI Almuslim Aceh : Usai Kuliah, Sarjana Harus Mandiri dan Berkarya

PENANEGERI, Bireuen – Prosesi wisuda merupakan puncak dari proses pendidikan di perguruan tinggi. Wisuda bukanlah segalanya dalam konteks belajar sepanjang hayat.

Hal itu dikatakan Rektor Institut Agama Islam Almuslim Aceh, DR Saifullah SAg, M Pd saat prosesi  wisuda 263 sarjana Strata Satu Angkatan V, di Auditorium Tgk Chiek Abdurrahman, Paya Lipah, Peusangan, Bireuen, Selasa, (3/3).

“Usai menyelesaikan dibangku kuliah, maka seorang sarjana diharapkan mandiri dan berkarya,” katanya.

Memang, tambah Rektor, bekerja merupakan kewajiban dan sekaligus ibadah. Bekerja tetap dituntut ketekunan, disiplinan dan profesional.

“Dunia pekerjaan tidak harus menjadi pegawai negeri, masih banyak lapangan pekerjaan lain yang lebih menjikan dalam kehidupan ini,” ujarnya.

Berwiraswasta juga sebuah peluang yang besar dijaman sekarang ini, dan tidak harus gengsi dalam memilih suatu pekerjaan, asal pekerjaan itu baik dan halal.

Para wisudawan diharapkan menjadi orang yang rendah hati, tidak sombong dan tidak congkak, mampu bersikap sopan santun terhadap siapapun,” ucapnya.

Lulusan sarjana juga tidak harus sombong dan yang sangat utama berbakti kepada dua orang tua dan gurunya.

“Almamater juga tidak meminta balas jasa, tapi berjasalah. Alamamter sangat senang, apabila  alumninya sukses di tengah-tengah masyarakat,” sebut Saifullah.

Ke-263 sarjana yang berhasil  diwisuda itu terdiri dari Fakultas Tarbiyah 159 orang, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam 105 orang dan 16 orang diantaranya berhasil lulus dengan predikat Cumlaude.

Turut hadir saat itu, Plt Bupati Bireuen DR H Muzakkar A Gani, SH, M.Si, Ketua Koordinator Kopertis Wilayah V Aceh Prof DR Warul Walidin dan rombongan, unsur Forkopimda Bireuen, Danyonif-113/JS, DR Amiruddin Idris, Dewan Pembina serta anggota dewan pengawas Yayasan Almuslim Peusangan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *