oleh

Renault Belum Ingin Upgrade Mesin Hingga 2018

PENANEGERI, Formula 1 – Mesin Formula 1 milik Renault telah mengalami defisit daya sejak dimulainya peraturan mesin baru pada tahun 2014.

Meskipun menutup sebagian celah Mercedes, perusahaan mobil asal Prancis (yang sekarang sepenuhnya kembali ke Formula 1 dengan tim pabrik mereka sendiri) masih menjalankan mesin yang kurang bertenaga dibandingkan para pesaingnya.

Ketiadaan kekuatan ini telah menahan tiga tim bertenaga Renault saat ini di urutan belakang. Red Bull berada di posisi ketiga, dengan setengah poin dari tim Mercedes dan Ferrari menjadi yang terdepan, sementara Toro Rosso dan Renault masing-masing menempati posisi kelima dan ketujuh.

Tapi tidak ada perbaikan yang terlihat datang lebih cepat. Menurut Cyril Abiteboul yang merupakan direktur pengelola Renault Sport F1 saat ini, unit tenaga mesin inj tidak akan menerima perubahan besar untuk mengecilkan kesenjangan antara Mercedes dan Ferrari sampai beberapa waktu tahun kedepan.

Namun, dia menjelaskan bahwa perbaikan kecil dilakukan dengan frekuensi;, dalam arti “perubahan setiap balapan”.

Untuk sisi positif, kehandalan belum menjadi perhatian banyak tim bertenaga Renault tahun ini. Mesin mereka masih bisa bersaing namun ada beberapa kendala sehingga beberapa mobil tidak bisa menyelesaikan balapan. Ketika penggunaan komponen diperiksa, mesin ini berada di posisi antara Mercedes dan Ferrari.

“Kami akan berjuang untuk memperbaiki kekuarangan saat in, meskipun tenggat waktu perubahan cukup jauh dan tidak bisa tergesa-gesa, kami akan mencoba menambahkan teknologi baru untuk membuat mesin lebih efektif,” ungkap Cyril Abiteboul dalam wawancaranya seperti dilansir Fox Sport, Rabu (14/6).

Kemenangan tahun 2018 yang dijanjikan untuk tim pelanggan mesin Renault mungkin akan menjadi dorongan yang signifikan, dimana Abiteboul menyebutkan “konsep yang sama sekali baru,” yang berarti arsitektur mesin akan menerima perombakan total untuk memperhitungkan teknologi baru atau teori desain yang didasarkan unit tenaga 2017.

Tidak ada pembicaraan tentang kesuksesan dari sisi sasis Renault Sport F1, dengan tahun 2020 sebagai perkiraan mereka untuk menjadikan sebuah mobil Renault yang mampu memenangkan banyak perlombaan.

Mereka mungkin akan mendekati lebih cepat dari itu, namun jika rancangan ulang untuk tahun 2018 bisa membuat mereka setara dengan pesaing asal Jerman dan Italia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar