oleh

Rencong, Senjata Mematikan dari Aceh

-Aceh-725 views

PENANEGERI, Aceh – Salah satu hal yang terkenal dari Aceh, yaitu rencong. Rencong sendiri merupakan senjata khas yang memiliki berbagai sisi unik. Bahkan karena senjata yang satu ini Provinsi Aceh selain mendapat julukan negeri Serambi Mekah, juga mendapat julukan tanah rencong.

Oleh karena itulah senjata mematikan satu ini merupakan salah satu kekhasan yang menjadi simbol dan lambang Aceh. Dihimpun Penanegeri.com dari berbagai sumber, berikut filosofi dan sejarah tentang rencong.

Filosofi Rencong

Filosofi ini didasarkan pada bentuk rencong yang hampir seperti membentuk kalimat bismillah. Dalam hal ini gagang rencong yang melekuk, dan juga menjadi tebal pada sikunya seperti aksara Arab “Ba“.

Untuk bujuran gagang rencong menyerupai aksara Arab, “Sin“. Lalu untuk bagian lancip yang menurun ke bawah pada pangkal besi dekat dengan gagang menyerupai huruf arab, “Mim“.

Selanjutnya, untuk lajur besi dari pangkal gagang hingga dekat ujungnya menyerupai aksara arab, “Lam“. Dan terakhir, untuk bagian ujung yang runcing dengan dataran sebelah atas mendatar dan bagian bawah yang sedikit ke atas seolah menjadi aksara arab “Ha“.

Dari bentuk itulah maka rangkaian aksara Arab, Ba, Sin, Lam, dan Ha itulah yang mewujudkan kalimat Bismillah. Sebuah kalimah Allah yang amat cocok dengan julukan serambi Mekah.

Selain itu, Aceh juga merupakan tempat yang pernah menjadi pusat penyebaran agama Islam. Dengan hal ini maka bisa disimpulkan bahwa pandai besi yang pertama kali membuat rencong, merupakan seseorang yang memiliki ilmu kaligrafi yang tinggi.

Oleh karena itu, meski rencong merupakan senjata tajam namun dalam penggunaanya ia tidak digunakan untuk hal jahat dan keji. Namun untuk bertahan atau berperang di jalan Ilahi yang pasti menuju kebenaran dan kebaikan.

Sejarah Rencong

Senjata dari aceh ini dalam sejarahnya dipakai oleh para pejuang Aceh dalam melawan penjajahan bangsa asing. Rencong selain dipakai para pejuang juga dulunya dipakai oleh para raja-raja dan kaum bangsawan di Aceh. Senjata mematikan yang satu ini pemakaiannya diletakan di pinggang dengan cara diselipkan dan dianggap memiliki makna siap bertempur hingga darah penghabisan.

Jadi pemakaian rencong dan keris berbeda karena jika rencong dipakai di samping dan terlihat dari depan, maka keris diselipkan di belakang pinggang yang seolah menyiratkan pesan sedang disembunyikan.

Untuk saat ini, rencong memang sudah tidak lazim dipakai oleh bangsawan-bangsawan Aceh namun hanya digunakan sebagai simbol adat dan upacara perkawinan atau menjadi cindera mata di toko-toko kerajinan tangan.

Untuk sejarah secara pasti mengenai senjata yang satu ini memang tak ada yang tahu pasti. Namun, di Aceh ada sebuah legenda yang menceritakan bahwa dulu di Aceh ada burung sejenis elang bernama geureuda yang artinya rakus. Burung itu memang sangat merugikan warga karena memakan semua tanaman, buah-buahan, dan lainnya. Sehingga warga pun berupaya menangkap burung tersebut walau sayangnya gagal.

Saat itulah raja lalu menyuruh orang untuk memanggil pandai besi dan menyuruhnya membuat senjata untuk membunuh sang burung. Saat itulah akhirnya tercipta rencong yang mana seolah burung tersebut merupakan simbol penjajahan dan kedzaliman, dan rencong ini sebagai penumpasnya.

Senjata mematikan ala Aceh ini memiliki beberapa tingkatan. Untuk Rencong tingkat pertama yang digunakan oleh raja atau sultan, biasanya terbuat dari gading untuk bagian sarungnya dan bagian belati terbuat dari emas murni. Untuk tingkat kedua, rencong bagian sarung terbuat dari tanduk kerbau atau kayu, dan kuningan atau besi putih yang menjadi belatinya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *