oleh

RI Beli 11 pesawat Jet Tempur Sukhoi SU-35

PENANEGERI, Jakarta- Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membeli 11 (sebelas) pesawat tempur Jet Sukhoi SU-35 dari Rusia.  Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan, pemerintah telah menambah pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35 menjadi 11 unit. Menhan Ryamizard mengatakan, pembelian pesawat buatan Rusia tersebut telah mencapai tahap finalisasi.

“Ada sebelas,” ujar Menhan Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/7).

Pembelian jet tempur Sukhoi itu melalui mekanisme imbal beli antar dua negara.

Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat melakukan imbal beli dalam membeli 11 pesawat Sukhoi SU-35 dengan sejumlah komoditas nasional. Dari total pembelian US$ 1,14 miliar, Indonesia membayar separuhnya dengan komoditas ekspor.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengemukakan dengan pembelian tersebut, Indonesia berpotensi menghasilkan ekspor ke Rusia sebesar 50 persen dari nilai pembelian tersebut, atau senilai US$ 570 juta.

Barter tersebut terealisasi setelah ditandatangainya Memorandum of Understanding (MOU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Dalam MoU tersebut Rostec menjamin akan membeli lebih dari satu komoditas ekspor, dengan pilihan berupa karet olahan dan turunannya, CPO dan turunannya, mesin, kopi dan turunannya, kakao dan turunannya, tekstil, teh, alas kaki, ikan olahan, furnitur, kopra, plastik dan turunannya, resin, kertas, rempah-rempah, produk industri pertahanan, dan produk lainnya.

Menteri Pertahanan Ryanizard Ryacudu menegaskan bahwa pembelian Sukhoi melalui mekanisme imbal beli tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Pasal 43 ayat 5 (e) UU Industri Pertahanan menyatakan bahwa setiap pengadaan alat peralatan pertahanan keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri wajib disertakan imbal dagang, kandungan lokal dan ofset minimal 85 persen, di mana Kandungan lokal dan/atau offset paling rendah 35 persen.

“Ini baru pertama kali kami merasakan UU itu sebelumnya belum terlaksana. Pembelian ini berdasarkan UU, sesuai aturan,” ujar Ryamizard saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (22/8)

Menhan Ryamizard menjelaskan‎ mengacu ke UU No16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan Pasal 43 ayat 5 (e) dinyatakan bahwa setiap pengadaan Alpalhankam (alat peralatan pertahanan keamanan) dari luar negeri wajib disertakan imbal dagang, kandungan lokal dan offset minimal 85 persen, di mana kandungan lokal atau ofset paling rendah 35 persen. Karena pihak Rusia hanya sanggup memberikan offset dan lokal konten sebesar 35 persen maka Indonesia mendapatkan i‎mbal beli yang nilainya 50 persen nilai kontrak.

“Pemerintah Indonesia membeli SU-35 dari Rusia dan Rusia sebagai negara penjual berkewajiban membeli sejumlah komoditas ekspor Indonesia. Dengan skema imbal beli tersebut, Indonesia mendapat potensi ekspor sebesar 50 persen dari nilai pembelian SU-35. Persentase dalam pengadaan SU-35 ini yaitu 35 persen dalam bentuk offset dan 50 persen dalam bentuk imbal beli. Dengan demikian, Indonesia mendapatkan nilai ekspor sebesar US$ 570 juta dari USD 1,14 miliar
pengadaan SU-35,” jelas Ryamizard.

Sebagaimana diketahui skema imbal beli merupakan suatu cara pembayaran barang yang mewajibkan pemasok luar negeri untuk membeli dan memasarkan barang tertentu dari Indonesia sebagai pembayaran atas seluruh atau nilai sebagian barang dari pemasok luar negeri. Instrumen lain yang bisa dipergunakan oleh pemerintah antara lain adalah barter atau pertukaran barang dengan barang lain, pembelian kembali dan offset atau pembelian barang di mana pemasok luar negeri menyetujui untuk melakukan investasi kerja sama produksi dan alih teknologi.

Skema imbal beli wajib dilaksanakan pada program pengadaan barang asal impor seperti oleh kementerian/ lembaga, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, lembaga pemerintah non departemen yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Artinya, Indonesia membeli Sukhoi dari Rusia, dan Rusia sebagai negara penjual berkewajiban membeli sejumlah komoditas ekspor Indonesia.

“Jadi Imbal dagang 50 persen, ofset 35 persen. Jadi total 85 persen. Ini juga membantu ekspor ke luar. Jadi ada nilai tambah,” kata Menhan Ryamizard.

Selain itu, lanjut Menhan Ryamizard, pihak Rusia memberikan keleluasaan bagi Indonesia untuk membangun tempat pemeliharaan suku cadang pesawat di dalam negeri.

Menurut Menhan Ryamizard, skema tersebut akan menguntungkan Indonesia sebab dua negara pengguna Sukhoi yakni Malaysia dan Vietnam akan melakukan pemeliharaan di Indonesia.

“Kami juga diberikan keleluasaan untuk pemeliharaan atau MRO. Jadi nanti ada tempat pemeliharaan, jelas, ada juga transfer of technology-nya. Jadi tidak usah dibawa lagi ke Rusia. Jauh dan mahal. Dengan ada di sini banyak untungnya. Apalagi yang punya Sukhoi-nya di asia ada dua yaitu Malaysia dan Vietnam. Mereka nanti akan melakukan pemeliharaan juga,” jelas Menhan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, dengan skema imbal beli tersebut, Indonesia mendapat potensi ekspor sebesar 50 persen dari nilai pembelian SU-35.

“Persentase dalam pengadaan SU-35 ini yaitu 35 persen dalam bentuk ofset dan 50 persen dalam bentuk imbal beli. Dengan demikian, Indonesia mendapatkan nilai ekspor sebesar USD 570 juta dari USD 1,14 miliar pengadaan SU-35,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto.

Pemerintah Rusia dan Indonesia sepakat menunjuk Rostec dan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai pelaksana teknis imbal beli tersebut.

“Dengan imbal beli ini, Indonesia dapat mengekspor komoditas yang sudah pernah diekspor maupun yang belum diekspor sebelumnya,” tutur Menteri Perdagangan Enggartiasto.

Selain diatur dalam UU Industri Pertahanan, skema imbal beli juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2014 tentang Mekanisme Imbal Dagang dalam Pengadaan Alat peralatan Pertahanan dan Keamanan Dari Luar Negeri. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *