oleh

Ribut Soal Tanah, Makian Doni Berujung Ke Polisi

PENANEGERI, Aceh Tenggara – Ditengarai ribut soal sengketa tanah yang sudah dibagi rata, Doni warga Kampung Nangka Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, berang dan emosi. Bahkan, perilaku kasar dan makian terhadap, Mak Duma alias Bu Rumican yang merupakan tetangganya sendiri itu, berujung pada pihak berwajib.

Mak Duma yang merupakan korban perlakuan tidak menyenangkan ini menceritakan, keributan itu berawal dari Doni (Pelaku) yang menimbun tanah milik korban yang merupakan pembagian dari orang tua dan adik kandung korban puluhan tahun silam.

“Saat saya tanya Doni, kenapa tanah itu ditimbun. Ternyata, pertanyaan yang saya lontarkan tidak dia senangi, lantas emosi dan memaki saya dengan kata-kata kotor. Parahnya lagi, dia sebut saya sebagai biang kerok keributan di Kampung ini dengan nada suara tinggi,” papar Mak Duma, Senin (12/11).

Yang paling menyakitkan, sambungnya, perilaku penghinaan yang terjadi, pada Minggu 11 November 2018 kemarin, dirinya diusir oleh Doni dari Kampung ini sambil menurunkan celana dan memperlihatkan separuh bagian belakangnya, sebagai pertanda sebuah penghinaan.

Baca Juga  Punya Keluhan di Faskes, Adukan ke Aplikasi SIPP

“Kejadian ini tentu sangat menyakitkan dan tidak bisa saya terima, terlebih perlakuannya disaksikan sejumlah warga Desa yang ada di lokasi kejadian maupun yang melintas,” kesalnya.

Oleh sebab itu, penghinaan ini tidak bisa diterima, karena sebagai seorang wanita, tentu perlakuan semena-mena ini menjatuhkan harga diri.

“Makanya hari ini Doni saya laporkan ke Polisi,” tandasnya, seraya menambahkan, sebelum kejadian, dirinya sudah mendatangi pelaku dengan baik-baik dan bertanya dengan baik pula.

“Kami minta, pak Polisi segera memanggil terlapor Doni, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang memalukan ini, terlebih saya melaporkan Doni dengan tuduhan penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru