oleh

Ritual Larung Jakit (Pelepasan Rakit) dan Ritual Penutupan Belian Buntang Mulis Kampong Sae Nyawa Nyandrang

PENANEGERI, Penajam – Pasca kejadian tindak pidana penusukan terhadap Herdi Candra yang mengakibatkan korban meninggal dunia hingga berdampak kepada kerusuhan yang terjadi beberapa waltu yang lalu di seputaran Pelabuhan Klotok maupun di Gang Buaya Rt 06, 07 dan 08 Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara beberapa waktu yang lalu.

Demi menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif puluhan aparat keamanan di siagakan di beberapa titik juga di tempat di mana digelarnya Acara Belian Buntang Mulis Kampong Sae Nyawa Nyandrang yang disebut juga sebagai Bersih Kampung yang bertempat di Jl. Costal Road Pantai Nipah-Nipah Km. 08 Kel. Nipah-Nipah Kecamatan Penajam Kab upaten PPU, (1/11/2019).

Memasuki hari ke lima atau terakhir acara Adat Belian berupa penurunan Larung Jakit atau seserahan yang dilarutkan ke laut tepatnya di pantai Nipah-Nipah dan kegiatan Penutupan di Kuta Adat (Rumah Adat) dan acara tersebut di kawal langsung oleh dua Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud dan Dandim 0904/Tng Letkol Czi Widia Wijarnako, S.Sos. Mtr/Han.

Saat ditemui oleh awak media, Dandim 0913/PPU menyampaikan, ”Kami dari TNI yang di perbantukan ke Polri atau BKO mulai dari awal kegiatan acara Belian ini selalu aktif dalam menjaga jalannya kegiatan tersebut bersama dari kepolisian, dan Alhamdulillah ini hari terakhir berupa Larung Jakit bisa berjalan dengan keadaan aman lancar tidak ada halangan apapun,” ungkapnya.

Dalam acara Larung Jakit tersebut turut serta Kabid Propam Polda Kaltim Kombes Pol Naek Pamen Simanjuntak, Dir Shabara Polda Kaltim Kombes Pol Taupan, Kapolres PPU AKBP Sabil Umar, SIK, Kajari PPU Darfiah, SH. MH, Danramil 0913-01/Pnj Kapten Inf Imam Safi’I, Danramil 0904 – 03/Long Kali Letda Inf Eko Edi Santoso serta Masyarakat adat Paser PPU dan Kabupaten Paser. (pen/red)

Komentar

Berita Terbaru