oleh

Roger Federer Bermain Hingga Usia 39 Tahun ?

PENANEGERI, Tenis – Roger Federer (36) telah menikmati kebangkitan karirnya musim ini setelah bermain dan memenangkan Australia Terbuka serta Wimbledon. Ada kekhawatiran bahwa veteran bisa melihat masa pensiun setelah sebuah kampanye 2016 penuh dengan hasil buruk dan cedera lutut.

Sebelum tahun ini, ia belum pernah memenangkan gelar Grand Slam sejak Wimbledon pada tahun 2012 dan tidak bermain di Olimpiade Rio tahun lalu. Tapi, saat berbicara di sebuah acara Nike di Tokyo, petenis berkebangsaan Swiss itu mengindikasikan bahwa dia bisa kembali bersaing untum berpartisipasi di Olimpiade berikutnya.

“Saya tinggal di Jepang dalam waktu singkat, hanya dua hari, tapi sehari sebelum saya mengonsumsi sushi dan shabu shabu, saya pergi ke karaoke untuk pertama kalinya dan menikmati suasana di Jepang. Saya tidak tahu mengapa butuh waktu lama untuk kembali ke Jepang,” kata Federer dilansir ESPN, Sabtu (7/10).

“Saya masih belum bisa mengatakan apakah saya akan bermain di Olimpiade 2020, tapi saya pasti akan kembali lagi dalam waktu dekat. Saya punya semangat dan jelas motivasi saya selalu besar untuk masuk ke pertandingan tenis. Olahraga ini adalah sesuatu dalam hidup saya, sesuatu yang membuat hidup saya lebih baik dan ada bakat saya disini,” tambahnya.

Federer akan berusia 39 tahun jika ia memutuskan untuk bermain di Tokyo 2020. Sebelumnya ia sampai di final Olimpiade 2012 namun dikalahkan oleh Andy Murray, yang juga merebut medali emas pada 2016 lalu. Federer sekarang berada di China untuk mempersiapkan diri memulai turnamen Masters Shanghai, yang dimulai minggu depan.

Dia akan menjadi unggulan kedua untuk turnamen itu di belakang Rafael Nadal, yang juga telah memenangkan dua Grand Slam musim ini. Melihat potensinya untuk memenangkan turnamen kali ini, Federer merasa optimis dan sangat yakin bisa menutup tahun dengan lebih banyak trofi.

“China selalu luar biasa, terlebih dengan turnamen nanti. Saya punya kesempatan untuk membalas hasil buruk tahun lalu, saya bersemangat dan ingin memenangkam segalanya. Saya ingin menutup tahun dengan rasa bangga, dan tentu saja mendapatkan posisi lebih tinggi,” sambung Federer.

Ditanya tentang status yang menjadi keunggulan kedua, petenis Swiss itu mengatakan: “Itu bukan hal buruk, karena artinya saya bebas dari tekanan dan beban sebagai favorit.

“Saya senang dengan situasi saat ini dan mungkin, saya akan kembali ke posisi puncak akhir tahun ini. Nadal ada petenis hebat, kelas dunia, tapi dunia tenis ini cukup rumit. Tidak bisa dipastikan siapa yang akan mendapatkan kemenangan terbanyak tahun ini,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *