oleh

Roger Federer Ingin Dikenang Sebagai Petenis Terbaik ?

PENANEGERI, Tenis – Federer mengklaim mahkota keduanya di Shanghai, setelah yang pertama di tahun 2014, dan yang ketiga di kelas Master 1000 musim ini berhasil mempersempit kesenjangan dengan Rafael Nadal yang saat ini menajdi petenis nomor satu dunia.

Petenis Swiss berusia 36 tahun, yang telah memenangkan Australia Terbuka dan Wimbledon tahun ini, menyatakan bahwa dia tidak berkomitmen untuk bermain di Basel dan Paris menjelang final World Tour Finals akhir musim, setelah kemenangannya di China, dan ingin memenangkan turnamen di London sebagai tujuan utama, seperti dilansir Sky Sports, Senin (16/10).

Mantan petenis dunia, Rusedski percaya bahwa meskipun melukai ambisinya menyelesaikan musim sebagai nomor satu dunia, jika tidak tampil di Basel dan Paris, dia akan mengadopsi strategi “pintar” saat musim berakhir.

“Roger sangat pintar. Bahkan jika dia tidak bermain (di Basel dan Paris) dan sampai ke peringkat satu dunia, dia tetap memenangkan seri Masters, mereka (Federer dan Nadal) memiliki dua Slam masing-masing dan kemudian menang di London, dia akan benar-benar memenangkan lebih banyak gelar,” ujarnya.

Baca Juga  Roger Federer Tak Ingin Bayangkan Kemenangan Tiga Grand Slam

“Jika dilihat melalui World Tour Finals, dia adalah peringkat kelima. Satu-satunya petenis yang mengancamnya sebagai yang terhebat sepanjang masa adalah Rafa (Nadal). Dia telah menyamai apa yang dimiiliki Sampras,” tambah Rusedski.

Federer memutuskan untuk melewatkan lapangan tanah liat tahun ini demi tampil maksimal di lapangan rumput hingga merebut gelar kedelapan di All England Club, namun Rusedski yakin Nadal memberi tekanan pada Federer untuk jumlah Grand Slam jika petenis Spanyol itu terbebas dari cedera.

 “Ada perbedaan lima tahun antara keduanya, Rafa terlepas dari masalah lutut di final, terlihat sangat bugar. Dia (Federer) akan berusaha menjauhkan diri dari Rafa,” lanjut Rusedski.

Sementara itu, mantan finalis AS Terbuka menggambarkan dunia tenis tahun ini semakin “fenomenal” dan “hebat dalam hal olahraga”, meskipun Andy Murray dan Novak Djokovic absen pada paruh kedua tahun ini karena cedera pinggul dan siku.

“Dia juga bersikeras bahwa Murray dapat menemukan kembali bentuk terbaiknya saat kembali bermain, namun ia merasa tidak terlalu optimis terkait Djokovic,” terang Rusedski.

Baca Juga  Rafael Nadal dan Roger Federer Wakili Eropa di Piala Laver

“Murra, dia memiliki amsalah fisik. Jika tubuhnya lebih baik,  dia bisa menyesuaikan diri dan menjadi yang terbaik. Ini tentang mentalitas, Djokovic bagi saya adalah salah satu petenis terbaik tapi harus memiliki perbaikan,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru