oleh

Sample Organ Gajah yang Mati di Perbatasan Bireuen Diboyong ke Puslabfor Mabes Polri

PENANEGERI, Bireuen – Guna mengungkap matinya seekor gajah Alu Batee Plah, kawasan Desa Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, tim BKSDA dan Polda Aceh membawa sampel organ gajah itu ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Jakarta.

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo kepada wartawan, Minggu (6/1) mengaku, terkait proses penyelidikannya ditangani oleh pihak kepolisian.

“Untuk selanjutnya kami akan terus berkoordinasi agar dapat mengetahui penyebabnya. Sedangkan sampel organ gajah tersbeut sudah tiba di Labfor Mabes Polri,” kata Sapto Aji.

Ditempat terpisah, Ketua Umum Forum DAS Krueng Peusangan, Suhaimi Hamid meminta pemerintah pusat maupun pemerintah Aceh agar dapat segera melahirkan aturan terkait koridor satwa.

“Persoalan ini sebenarnya sangat urgen dan mendesak. Kawasan itu ada satwa dengan terjadi prekmentasi lahan sawit, banyak dan berpeluang terjadi. Bila tak segera disikapi, maka dikhawatirkan satwa terus mati tanpa ada yang melindunginya,” terang Suhaimi yang akrap disapa Abu Suhai.

Menanggapi hal ini Kepala BKSDA Sapto Aji Prabowo menjelaskan, menyangkut koridornya kini sedang dibahas di Bappeda, dan masalah itu perlu mendapat dukungan semua pihak.

Baca Juga  BKSDA Sita Anak Orangutan yang Dipelihara Warga

Menurutnya, kawanan gajah selalu melintasi jalur di tiga wilayah tersebut, baik Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dan tentunya harus ada komitmen dari ke tiga pemerintahan daerah.

“Hasil GPS Collar yang pernah kita pasang disana, jalur koridor gajah sebagian di kawasan hutan, sebagian lagi berada dijalur luar hutan,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru