oleh

Sarbica, Kopi Susu Arabica ala Aceh

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Setibanya kaki di halaman forum kopi, aroma khas yang cukup menyengat langsung merantai hidung pengunjung seakan mengikuti asal harumnya. Tenggorokan seketika meronta ingin meneguk kopi yang baru saja selesai di Brewing.

Tak lebih satu menit berada di ruangan yang sejuk itu, dengan cekatan seorang wanita berhijab menghampiri sembari membawa daftar menu.

“Mau kopi atau non kopi bang. Kalau kopi kami ada sarbica dan non kopi kami ada matcha latte yang khas disini,” ucap Kasir forum kopi saat menawarkan minuman sembari tersenyum.

Pilihan pertama adalah minuman andalan coffee shop yang terletak di Jalan Benua Raja – Rantau, Aceh Tamiang ini yaitu sarbica. Racikan sarbica berasal dari Aceh yang biasa juga disebut Sanger. Sarbica atau sanger arabica juga banyak digemari di kota besar lainnya yaitu di kawasan Kota Medan hingga Jakarta.

Sarbica adalah racikan kopi dan susu. Hampir sama dengan kopi susu pada umumnya namun Sarbica jumlah campuran kopinya lebih banyak dari kopi susu atau latte, minimal perbandingan ratio 1 : 1.

Baca Juga  Disbudpar Aceh Gelar Festival Sate Matang di Bireuen 

Walaupun dicampur dengan susu, harum sarbica sangat pekat aroma kopi hitam khas arabica. Sruputan pertama, krema kental dari kopinya yang tercampur dengan susu langsung menempel di bibir. Rasa pekat kopinya menyeruduk ke lidah hingga tenggorokan. Sebagai campuran kopinya adalah kopi arabica speciality asal Gayo yang kekentalannya masih terus terasa hingga ditegukan terakhir.

Warnanya memang berbeda dengan kopi susu atau latte pada umumnya. Sarbica berwarna coklat kental dan sedikit berbaur dengan susu. Legit susunya juga tak terlalu menguasai hanya kadang saja muncul di akhir rasa.

Tak salah kalau sarbica juga minuman yang cocok direkomendasikan bagi penggemar kopi sejati. Aroma dan rasa kopinya tetap menjadi raja di gelas mungil berisi 2 oz atau sekitar 60ml.

Digelas kedua, Penanegeri.com disuguhi ice caramel macchiato. Minuman ini adalah racikan kopi, caramel dan susu. Harum caramelnya tidak kalah dengan aroma kopinya yaitu arabica speciality. Saat di teguk, hhhmmmm… rasa susu yang legit di mulut, membuat lidah ingin kembali meneguknya. Uniknya, kopi arabica gayo jenis semiwashed yang biasanya sangat pekat kopinya diracik menjadi lembut oleh barista forum kopi jebolan Caswell’s.

Sarbica
(Penanegeri/Ryan) : Ice Caramel Macchiato Forum Kopi, Jumat (20/3).

Manisnya bukan dari gula. Manisnya berasal dari susu segar (fresh milk). Setelah campuran caramel dan vanilla di bubuhi es, kemudian dicampur dengan susu segar, terakhir satu gelas espresso yang baru saja di brewing.

Baca Juga  Dra Irmayani : Sate Matang Destinasi Wisata Kuliner Bireuen Memiliki Potensi Ekonomi

Teksturnya walaupun kental namun lembut hingga tidak terlalu berat saat diujung lidah. Rasa akhir yang tinggal adalah aroma kopinya seolah betah di mulut hingga tenggorokan. Minuman ini cocok bagi yang bukan penikmat kopi keras karena rasa kopinya sangat lembut.

Coffee shop Forum Kopi baru saja opening diakhir desember 2019 lalu dan memang lebih dominan menyajikan Kopi.

“Konsep kami memang dominan kopi, sekitar 85 persen kopi, ujar pengelola Forum Kopi Azmi Abdurrahman kepada Penanegeri.com, Jumat (20/3).

Semua kopi yang disajikan di coffee shop ini adalah kopi asal Tanah Gayo, Aceh.

“Karena kami sangat mendukung petani kopi di Aceh dan perkembangan perkebunan kopi di Aceh,” terang Azmi yang akrab disapa Zemi. Dijelaskan, kopi Aceh jauh lebih kaya rasa dan kualitasnya juga tak diragukan di Indonesia bahkan dunia.

Zemi serius memperhatikan setiap proses racikan kopi yang disajikan baristanya. Forum Kopi rela mengeluarkan modal besar demi membeli mesin espresso langsung dari Italia. Menurut Zemi mesin espresso adalah bagian penting untuk menjaga cita rasa kopi.

Baca Juga  Nasi Kari Bebek Tetap Primadona untuk Berbuka di Bireuen

“Mesin espresso produk Italia dikenal paling bagus di dunia,” timpalnya.

Ke depan, Forum Kopi berencana memperluas dan menambah gerai kopinya.

“Biar kopi Aceh menjadi raja di negeri sendiri,” pungkas zemi diujung percakapan.

Komentar

Berita Terbaru