oleh

Satgas Yonarmed 9/K Terima penyerahan 5 Senpi rakitan secara Sukarela dari Warga

PENANEGERI, Maluku  – Buah manis dari hubungan baik dengan rakyat, bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila, Satgas Yonarmed 9/Kostrad menerima 5 (lima) senjata api rakitan yang diserahkan secara sukarela oleh warga.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonarmed 9/Kostrad, Mayor Arm Andi Achmad Afandi, S.Sos., M.Si., dalam rilis tertulisnya di Maluku Utara, Selasa (2/6/2020).

Diungkapkan Dansatgas, di tengah wabah Covid-19, Satgas jajarannya tak pernah berhenti melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial dengan rutin silaturahmi dan anjangsana kepada warga di wilayah penugasan Maluku Utara.

Kerja keras itupun tak sia-sia. Satgas berhasil memperoleh senjata api rakitan yang diserahkan secara sukarela oleh warga kepada pos-pos jajaran Satgas.

Lebih lanjut dikatakan Andi Achmad Afandi, 5 pucuk senjata api rakitan ini berkaliber 5,56 mm dan 7,62 mm.

“Senjata tersebut diterima dari lima warga desa yang berada di sekitar Pos 1 Dama Desa Dama Kecamatan Loloda Kepulauan, Pos Kalan Toboko Kelurahan Toboko Kecamatan Ternate Selatan, Pos 2 Soatobaru SSK I Desa Soatobaru Kecamatan Galela Barat, Pos 6 Sangowo SSK I Kecamatan Morotai Timur, dan Pos Koki SSK IV Desa Dofa Kecamatan Mangoli Barat,” jelasnya.

Selanjutnya senjata api tersebut oleh jajaran Pos Satgas diserahkan ke Pos Kotis Satgas yang berada di Tobelo,” urai Andy.

Andy menambahkan, dari keterangan pihak yang menyerahkan senjata, bahwa senjata tersebut disimpan dengan tujuan untuk menjaga keluarga mereka jika terjadi kerusuhan seperti pada tahun 1999 s.d. 2001.

“Berkat pembinaan teritorial dan kedekatan dengan warga inilah mendorong mereka untuk menyerahkannya secara sukarela kepada kita,” tandasnya.

“Ini juga membuktikan bahwa masyarakat di wilayah Maluku Utara mencintai NKRI dan cinta damai,” tutur Andy.

Di tempat terpisah, Komandan Kolakops Brigjen TNI Dr. C A Sopamena.S.I.P,. M.Si., mengatakan bahwa kehadiran Satgas diharapkan dapat mengurangi jumlah penyebaran senjata api ilegal yang berada di masyarakat.

“Dengan berkurangnya penyebaran senjata api, kita harapkan dapat meningkatkan keamanan yang berada di wilayah Maluku Utara,” pungkasnya senang. (Pen/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *