oleh

Satu Orangutan Betina Kembali Dievakuasi dari Subulussalam

-Aceh-30 views

PENANEGERI, Banda Aceh Belum seminggu Hope diselamatkan dari luka parah yang dialami ditambah 74 butir peluru di seluruh tubuh, kali ini satu orangutan betina dari perkebunan sawit Subulussalam kembali dievakuasi.

Primata ini juga diselamatkan dari lokasi yang dekat dengan ditemukannya Hope, di Gampong Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Rabu (20/3).

Tim penyelemat dari BKSDA Aceh, tim HOCRU OIC dan WCS-IP pun langsung mengevakuasi orangutan yang diberi nama Pertiwi itu, tanpa melalui proses pembiuasan karena Pertiwi dalam kondisi lemah setelah menerima laporan adanya orangutan terisolir ini.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, Pertiwi ditemukan atas laporan yang diterima petugas dari Call Center BKSDA Aceh tentang adanya beberapa orangutan yang terjebak di kebun masyarakat beberapa hari lalu.

“Pada 19 Maret 2019 sore, tim HOCRU bersama BKSDA Aceh dan WCS-IP melakukan kroscek ke lokasi dan hasilnya tim HOCRU menemukan beberapa sarang baru di lokasi perkebunan itu,” ujarnya Kamis (21/3) sore.

Baca Juga  Pabrik CPO di Aceh Utara Mulai Beroperasi

Tim langsung mencari keberadaan orangutan dan ditemukan satu individu orangutan anakan berusia 7 tahun di dalam sarang. Namun karena hari sudah sore, diputuskan untuk tidak melakukan upaya evakuasi saat itu dan akan dilanjutkan besok.

“Lokasi kebun berstatus APL dan berjarak lebih kurang 10 kilometer dari Suaka Margasatwa Rawa Singkil,” kata Sapto.

Besoknya, tim menemukan orangutan masih di dalam sarang dan tim meminta rekomendasi tindakan translokasi kepada pihak BKSDA Aceh untuk satu orangutan yang terisolir di kebun masyarakat itu yang sedang melakukan pembukaan lahan.

“Untuk mengevakuasi orangutan itu tim HOCRU memutuskan tidak menggunakan tembakan bius karena kondisi orangutan yang kurus dan kecil sehingga ditakutkan akan mengenai organ vital,” kata Sapto.

“Tim putuskan melakukan pemotongan pohon akses dan menggiring orangutan ke pohon yang rendah lalu tim memotong pohon yang rendah itu untuk kemudian menangkap orangutan,” jelasnya lagi.

Setelah ditangkap, orangutan ini kemudian dilakukan pembiusan untuk tujuan pemeriksaan kondisi tubuhnya. Orangutan terbius pada pukul 11.50 WIB dan tim membawanya ke kandang transport untuk pemeriksaan fisik.

Baca Juga  Warga Gampong Teungoh Digegerkan Penemuan Tas yang Diduga Berisi Bom

“Pertiwi memiliki berat badan lebih kurang 5 kilogram. Dari pemeriksaan fisik, diketahui Pertiwi dalam kondisi malnutrisi (kurus) dan tangan sebelah kanan yang kurang resposif (kurang gerak),” lanjutnya.

Mata kiri dan kanan diketahui normal tanpa cedera, begitu pun dengan kedua telinga, mulut, gigi, abdomen, kulit tanpa ada bekas luka atau penyakit kulit lainnya serta organ genital (kelamin) dalam keadaan normal. Cedera yang dialami hanya pada tangan kanan dan tidak responsif.

“Setelah semua pemeriksaan fisik selesai dinyatakan orangutan tidak layak untuk di lepasliarkan kembali ke habitatnya dan harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Karantina orangutan sumatera milik SOCP di Sibolangit, Sumatera Utara,” terang Sapto.

Hari itu juga, Pertiwi dibawa ke Sibolangit untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Tim akan memantau dan mencari kemungkinan keberadaan orangutan lainnya yang terisolir di kawasan Gampong Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam itu.

“Saat ini tim BKSDA Aceh dan mitra terus memantau perkebunan yang diduga masih ada orangutan yang terisolasi. Kita terus serius melakukan upaya mengatasi konflik manusia dan orangutan ini, sehingga insiden konflik yang mengakibatkan kematian dan perburuan orangutan dapat dicegah,” tambahnya.

Komentar

Berita Terbaru