oleh

Saudara Sebangsa, Presiden Jokowi Minta yang dari Aceh Kenal yang di Papua

PENANEGERI, Jakarta – Usai memimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno bersilaturahmi dengan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan Gita Bahana Nusantara, di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (17/8) malam.

Presiden Jokowi didampingi Mensesneg bersilaturahmi dengan anggota Paskibraka dan Gita Buana Nusantara, di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (17/8) malam. (Foto: OJI/Humas)

Kepada mereka yang berasal dari perwakilan seluruh provinsi di tanah air, Presiden Jokowi mengatakan, sudah menjadi hukum Allah, sudah menjadi hukumnya Tuhan kita hidup dalam perbedaan.

“Berbeda bahasa daerah, berbeda budaya, berbeda adat, berbeda tradisi. Inilah yang namanya Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menekankan, jangan sampai karena perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan bahasa daerah, perbedaan tradisi menyebabkan kita menjadi kelihatan tidak satu tidak bersatu.

“Saya titip saudara-saudara adalah masa depannya Indonesia. Saya minta yang Aceh mengenal bagaimana yang ada di Papua, yang di Papua mengenal bagaimana yang ada di Kalimantan, yang di Sulawesi mengenal bagaimana yang ada di Jawa, yang di Jawa mengenal yang ada di Bali, yang di NTT NTB di Maluku kita harus saling mengenal,” pesan Kepala Negara.

Presiden Jokowi berdialog dengan salah seorang anggota Paskibraka dalam acara Silaturahmi, di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (17/8) malam. (Foto: OJI/Humas)

Kalau saling mengenal, saling tahu, Kepala Negara meyakini akan bisa saling menghormati, bisa saling menghargai.

“Ya inilah Indonesia,” ujarnya.

Jangan sampai, lanjut Kepala Negara, karena urusan pilpres karena urusan pileg gubernur karena pilihan wali kota karena pilihan bupati menjadi tidak rukun.

Ada temannya nggak saling sapa gara-gara pilpres.

“Saya harus ngomong apa adanya, ada. Antar kampung nggak saling ngomong gara-gara pilihan gubernur ada, antar RT nggak saling bicara gara-gara pilihan bupati/wali kota ada. Jangan bilang nggak ada, ada,” tegas Kepala Negara seraya menambahkan, inilah yang harus kita sadari bersama.

Menurut Presiden Jokowi, negara ini dijadikan contoh oleh negara-negara lain karena sikap toleransinya, sikap ramah dan santunnya, sikap agamisnya itu dilihat oleh bangsa lain, kita dijadikan contoh.

“Sekali lagi masa depan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah segalanya. Jangan sampai negara kita yang beragam ini seperti negara lain yang konflik kemudian perang, yang puluhan tahun tidak selesai gara-gara merasa mereka tidak saling saudara,” tutur Kepala Negara.

Presiden Jokowi mengingatkan, kita semuanya adalah saudara sebangsa setanah air. Sadarlah itu.

“Sampaikan kepada teman-temanmu. Sampaikan kepada tetangga-tetanggamu. Bahwa kita adalah saudara sebangsa dan setanah air,” pungkas Presiden.

Selanjutnya Presiden Jokowi berdialog dengan sejumlah anggota Paskibraka dan Gita Bahana Nusantara, sebelum dilanjutkan dengan sajian hiburan dari Group Musik RAN. (Rilis/Red/MAY/OJI/ES)

Komentar

Berita Terbaru