oleh

Scolari Tanggapi Pemecatan Ancelotti

PENANEGERI, Sepakbola – Carlo Ancelotti harus mempertimbangkan pekerjaan melatih Guangzhou Evergrande Taobao jika memang ditawarkan kepadanya, kata Luiz Felipe Scolari yang menjadi pelatih klub tersebut.

Ancelotti dipecat oleh Bayern Munich pada Jumat pagi setelah timnya kalah 3-0 dari Paris Saint-Germain du Liga Champions pertengahan pekan.

Pelatih senior berkebangsaan Italia itu telah dikaitkan dengan Liga Super China sebelumnya, meskipun dia menolak dan menyatakan bahwa laporan tersebut hanyalah sebuah lelucon.

Scolari, yang menangani Evergrande pada tahun 2015, mengatakan bahwa Ancelotti harus mencoba kesempatan untuk melatih juara bertahan Liga Super China tersebut.

“Jika Ancelotti ditawari kesempatan untuk datang ke Guangzhou, dia harus mempertimbangkan untuk menggenggamnya. Evergrande adalah klub yang fantastis, dengan lingkungan kerja yang bagus. Tidak hanya bagi Ancelotti, Evergrande adalah tujuan bagus bagi pelatih mana pun yang terkait dengan klub tersebut,” kata Scolari dalam sebuah konferensi pers, dilansir The Guardians, Sabtu (30/9).

“Kontrak saya saat ini di Evergrande berlangsung sampai 30 November dan tentu saja, saya bersedia mengakhiri sesuai dengan kesepakatan. Sementara itu, saya akan melakukan yang terbaik untuk meraih gelar sebanyak mungkin. Tim ini sangat besar dan kami telah memenangkan Liga Champions Asia, ada fanatisme besar di negara ini, dengan sepakbola yang semakin berkembang,” lanjutnya.

Scolari telah membawa Evergrande memenangkan dua gelar liga terakhir, dan timnya unggul empat poin di puncak klasemen dengan empat pertandingan tersisa musim ini. Melihat peluang untuk mencetak gelar liga tiga kali beruntun.

“Tentu saja, tiu aselalu menjadi tujuan utama. Saya senang ebrada disini dan ingin mengakhiri kontrak dengan catatan fenomenal. Manajemen klub dan para pendukung selalu memberikan dampak positif bagi pekerjaan saya, dan bahkan jika saya harus pensiun di sini, saya bersedia melakukannya,” jelas mantan pelatih timnas Brasil itu.

“Dengan empat pertandingan sisa, semuanya masih mungkin dan artinya kami sebagai tim harus bekerja lebih keras untuk memastikan konsistensi. Ini bukan hanya menjadi gelar ketiga, tapi juga menjadi momen terbaik dalam karir kepelatihan saya dalam sebuah klub,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *