oleh

Sebarkan Video Vulgar Pacarnya, Pemuda Asal Juli Bireuen Ditangkap Polisi

PENANEGERI, Bireuen – Akibat menyebar video vulgar pacarnya di media sosial (medos), AU bin Yus (29) pemuda disebuah desa di kawasan Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen akhirnya ditangkap polisi.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, M.Si melalaui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH kepada Penanegeri.com, Selasa (18/6) menjelaskan, tersangka AU ini ditangkap setelah korban Yan bin Abd (32) warga Kecamatan Simpang Tiga, Pidie membuat laporan, Senin (17/6) kemarin.

Menurut Eko Rendi Oktama, setelah korban mengadu dan membuat laporan atas perbuatan pelaku, Tim Opsnal Satreskrim langsung mengamankan AU, Senin (17/6) sekira pukul 23.00 Wib, di sebuah warung kopi samping rumah sakit BMC Desa Juli kilometer 1, Kecamatan Juli, Bireuen.

“Saat diamankan, pelaku sedang duduk di warung kopi  tersebut, dan kini sudah kita amakan di Mapolres Bireuen untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Dijelaskan Eko Rendi, berdasarkan keterangan pelapor, awalnya Yan ini menerima pesan Whatshap dari AU berupa screnshot gambar/video vulgar milik korban, dan screnshot dan video  tersebut diketahui korban telah disebarkan oleh AU melalui media sosial akun Facebook yang bernama Abel, Minggu (16/6) sekira pukul 22.16 WIB.

Baca Juga  Panen Padi Serentak, Harga Gabah di Bireuen Anjlok

“Pelaku AU ini pernah pacaran dengan korban, sehingga pelaku ini sakit hati dan menyebar video tersebut ke media sosial Facebook,” terangnya.

Sesuai dengan laporan korban, sekira tahun 2017, pelaku AU ini pernah menghubungi korban melalui Whatshap dengan cara videocall. Pada saat itu pelaku AU menyuruh korban Yan untuk membuka seluruh pakaiannya.

Saat itu, tambah Kasat Reskrim, korban tidak mengetahui kalau pelaku ini menggunakan aplikasi rekam layar dan merekam videocall korban, kemudian pelaku AU ini menyebarluaskan ke media sosial.

Tindakan pelaku ini melanggar pidana, karena tanpa hak mendristribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaaan.

“Pelaku ini dikenakan  pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 ayat (1) undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transakasi Elektronik (ITE) Jo pasal 29 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, dengan identitas pelaku,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru